Launching Program Baru, Kutim Tegaskan Perang Melawan Stunting

10 November 2025
376 dilihat
1 min read

Kutai Timur — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka keluarga berisiko stunting. Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, mengumumkan bahwa program inovatif “Cap Jempol Stop Stunting” resmi dicanangkan pada 27 Oktober 2025.

“Mudah-mudahan, saya baru terima telepon. Kemungkinan besar Staf Kepresidenan RI akan hadir saat launching tanggal 27,” ungkapnya.

Junaidi menjelaskan, Cap Jempol Stop Stunting dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan OPD, organisasi mitra, serta dunia usaha. Program ini menerapkan pola “jemput bola” dengan pendekatan yang disesuaikan tugas dan fungsi masing-masing pihak. “Program ini dilakukan secara kolaboratif oleh OPD, mitra, dan dunia usaha sesuai topoksinya,” tuturnya.

BACA JUGA  Perangkat Desa Diminta Jaga Akurasi Data Penerima Bansos

Ia menambahkan, program tersebut turut menjadi bagian dari integrasi 50 program prioritas Bupati Kutim yang menempatkan keluarga berisiko stunting sebagai perhatian utama. Menurutnya, stunting tidak hanya menyangkut gizi, tetapi juga dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan. 

“Kalau kita bicara 50 program pembangunan Bupati tentang keluarga berisiko stunting, ada banyak faktor yang harus dilihat,” terangnya.

Dengan rencana kehadiran perwakilan pemerintah pusat, Junaidi berharap momentum peluncuran ini dapat menguatkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. DPPKB Kutim meyakini bahwa percepatan penanganan stunting membutuhkan sinergi menyeluruh, tidak hanya dari pemerintah daerah tetapi seluruh elemen masyarakat.

Langkah ini diharapkan menjadi pijakan penting menuju terwujudnya Kutim bebas stunting, di mana setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat, kuat, dan berdaya saing. (ADV)

BACA JUGA  Kutim Bangun Lingkungan Aman dan Layak, KLA Jadi Fokus Strategis