Terangi Pelosok Kutim: Bupati Ardiansyah Pacu 13 Desa Nikmati Listrik 24 Jam

8 November 2025
305 dilihat
1 min read

KUTAI TIMUR – Akselerasi pemerataan energi di pelosok Kutai Timur (Kutim) terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Setelah sukses meresmikan layanan listrik PLN 24 jam di Desa Manubar Dalam dan Manubar Pantai, Bupati Kutai Timur, Dr. H. Ardiansyah Sulaiman, kini menetapkan target ambisius: 13 desa lainnya harus segera menikmati fasilitas serupa sebelum tahun 2025 berakhir.

Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen Pemkab Kutim dalam menjangkau wilayah terpencil. Bupati Ardiansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Timur, menyatakan bahwa ketersediaan listrik adalah kunci vital peningkatan produktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat desa.

“Kemarin, kami telah meresmikan langsung PLN 24 jam di dua desa. Selanjutnya, sudah ada 13 desa yang dipersiapkan akan segera menerima pembangunan PLN 24 jam ini,” jelas Ardiansyah. Ia ditemui usai menghadiri kegiatan Mendengarkan Pidato Bupati dalam Rangka Peringatan HUT Kutai Timur Ke-26 Tahun di Gedung DPRD Kutai Timur.

BACA JUGA  Bupati Kutim: Hilirisasi Pertanian Untuk Penajaman Pembangunan Daerah 

Elektrifikasi desa ini menjadi pilar penting pembangunan berkelanjutan. Ketersediaan energi yang stabil selama 24 jam diyakini akan memicu kegiatan usaha kecil, memudahkan akses informasi dan pendidikan digital, serta meningkatkan keamanan warga. Pembangunan ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mencapai target Rasio Elektrifikasi Nasional.

Meskipun menyadari bahwa sisa waktu pelaksanaan tergolong singkat, hanya sekitar tiga bulan menjelang akhir tahun, Bupati Ardiansyah menyimpan optimisme tinggi. 

“Kami berharap pembangunan ini berhasil ya, karena memang waktunya cukup singkat. Namun, seluruh pihak terkait telah dimaksimalkan untuk menuntaskan rencana ini,” tutupnya.

Dengan terealisasinya target 13 desa ini, Pemkab Kutim membuktikan bahwa pemerataan pembangunan bukan sekadar wacana. Akses energi yang adil akan segera menjadi kenyataan, membuka potensi ekonomi baru, dan mengikat erat masyarakat desa ke dalam arus kemajuan daerah. Komitmen ini adalah janji terang benderang yang akan mengubah seluruh wajah ekonomi Kutai Timur menjadi lebih berdaya saing dan merata. (ADV)

BACA JUGA  Disperindag Kutim Tekankan Pelatihan UMKM, Sertifikat Bukti Kompetensi