Gerakan Anti Sampah Plastik di Kutim Menguat Berkat Aksi Anak-Anak

9 November 2025
363 dilihat
1 min read

SANGATTA – Kesadaran lingkungan di Kutai Timur terus menunjukkan perkembangan yang positif. Setelah berbagai kampanye yang digelar pada pertengahan tahun, gelombang gerakan mengurangi sampah plastik kini justru semakin kuat, terutama di kalangan pelajar.

Memasuki Oktober 2025, sejumlah sekolah masih aktif menjalankan aksi “Hentikan Sampah Plastik”. Kegiatan yang dulu hanya dikenal sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup itu kini berubah menjadi rutinitas. Siswa membawa botol minum sendiri, memakai tas belanja ramah lingkungan, hingga menghasilkan karya kreatif berupa poster dan vlog bertema pengurangan plastik sekali pakai.

Plt Kepala DLH Kutim, Dewi Dohi, melihat transformasi ini sebagai kemajuan besar. Ia menyebut banyak sekolah menjadikan gerakan ini sebagai budaya baru. “Bukan lagi lomba sesaat, tetapi benar-benar dilanjutkan dalam keseharian,” ujar Dewi.

BACA JUGA  Kutim Tunggu APBD Perubahan 2025 Demi Kepastian Hukum dan Kelanjutan Pembangunan

Menurut Dewi, yang terpenting adalah menjadikan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Budaya ini jangan berhenti di kelas. Harus menular ke rumah, ke pasar, hingga ke ruang publik,” tegasnya.

Dukungan dari lingkungan juga mendorong aksi ini. Orang tua dan guru dilibatkan dalam pembiasaan, sementara beberapa sekolah mulai membangun bank sampah sederhana dan melatih siswa memilah jenis sampah. Perubahan ini dirasakan langsung oleh keluarga seperti Elia Sofia. “Anak saya sekarang ikut mengingatkan kami kalau masih pakai plastik sekali pakai. Dampaknya nyata,” tuturnya.

Gerakan ini sejalan dengan kampanye global Beat Plastic Pollution. Data KLHK menunjukkan Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah per tahun dan 17 persen di antaranya plastik. Hal ini menjadi ancaman nyata yang juga dihadapi oleh Kutim. Oleh karena itu, edukasi sejak dini dianggap sebagai langkah paling strategis.

BACA JUGA  Maulid Nabi di Bengalon, Ribuan Jamaah Padati Majelis Taklim Akbar

DLH Kutim menargetkan program Sekolah Bebas Plastik diterapkan bertahap mulai tahun depan. Dengan keterlibatan anak-anak, gerakan ini diharapkan semakin meluas hingga mencakup keluarga, komunitas, dan pelaku usaha. (ADV/ProkopimKutim/UB)