Damkarmat Kutim Kenalkan Keselamatan Kebakaran kepada Anak Sejak TK

5 Agustus 2026
348 dilihat
1 min read

SANGATTA – Kesadaran menghadapi bencana tidak selalu harus dimulai ketika seseorang sudah dewasa. Di Kutai Timur (Kutim), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) mulai memperkenalkan pengetahuan dasar tentang keselamatan kebakaran kepada anak usia dini melalui pembelajaran yang melibatkan permainan dan praktik langsung.

Edukasi tersebut diberikan kepada siswa TK Negeri Pembina di halaman Markas Komando Damkarmat Kutim, Sangatta. Kegiatan turut dihadiri Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah dan Kepala TK Negeri Pembina Nurjannah.

Para siswa diperkenalkan dengan berbagai peralatan pemadam dan kendaraan operasional. Mereka juga mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan petugas hingga mencoba menyemprotkan air menggunakan selang pemadam. Pendekatan tersebut dirancang agar anak tidak hanya menerima penjelasan, tetapi memiliki pengalaman langsung mengenai tindakan keselamatan.

BACA JUGA  Kreativitas Menu B2SA Warnai Persaingan Antar Kecamatan di Kutai Timur

Kepala Damkarmat Kutim Failu mengatakan kegiatan itu juga bertujuan mengubah pandangan anak terhadap petugas pemadam kebakaran. Menurut dia, petugas damkar memiliki fungsi lebih luas sebagai penyelamat dalam berbagai situasi darurat, bukan hanya memadamkan api.

Model outing class dipilih untuk membuat materi keselamatan lebih mudah diterima. Kepala TK Negeri Pembina Nurjannah menilai pengalaman visual dan motorik yang diperoleh siswa selama simulasi dapat membuat informasi lebih melekat dibandingkan pembelajaran secara teoritis.

Selain siswa, orangtua juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Damkarmat menilai keluarga memiliki peran penting dalam memastikan pengetahuan yang diperoleh anak di sekolah diterapkan di rumah. Keselarasan tersebut terutama dibutuhkan untuk mengurangi risiko kebakaran yang muncul dari aktivitas sehari-hari, termasuk penggunaan peralatan di dapur.

BACA JUGA  Hospitality Kutim Bersiap Tumbuh, PHRI Dorong Kolaborasi dan SDM Lokal

Menurut Failu, pembentukan budaya keselamatan harus dimulai dari lingkungan terkecil. Anak yang telah mengenali bahaya api dan mengetahui langkah dasar menghadapi keadaan darurat diharapkan dapat membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan keluarga.

Pemkab Kutim berharap edukasi semacam ini tidak berhenti sebagai kegiatan sekali datang. Penanaman pengetahuan sejak usia dini dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk masyarakat yang lebih waspada, tanggap, dan mampu mengurangi risiko kebakaran di lingkungan permukiman. (ADV/ProkopimKutim/UB)