Menjaga Identitas Bengalon Lewat Warisan Alam dan Budaya

19 Agustus 2026
395 dilihat
1 min read

BENGALON – Di tengah bentang alam yang masih menyimpan banyak jejak kehidupan, Bengalon memiliki kekayaan yang tidak hanya berada di permukaan tanah. Tradisi masyarakat, kawasan karst, hingga flora khas menjadi bagian dari identitas yang tumbuh bersama kehidupan warga dari generasi ke generasi.

Salah satu yang kini semakin jarang dijumpai adalah Buah Bengalon, flora endemik yang diyakini berkaitan dengan asal-usul nama wilayah. Keberadaannya yang terbatas membuat tanaman tersebut memiliki arti penting, bukan hanya bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga bagi identitas lokal yang perlu dijaga.

Warisan Bengalon juga hadir dalam kehidupan budaya. Mecaq Undat sebagai ungkapan syukur atas panen padi, upacara Belian, pesta adat Tepian Budaya, Festival Pantai Sekerat, serta tradisi di Muara Bengalon masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ragam tradisi itu memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Bengalon bukan sekadar peninggalan masa lalu.

BACA JUGA  Pentingnya Rawat Tradisi dalam Penutupan Pesta Adat Erau “Embuang Panas Pelas” 

Di sisi lain, kawasan karst Gunung Gergaji di Desa Tepian Langsat memperlihatkan kekayaan alam yang tak kalah penting. Wilayah tersebut menjadi habitat berbagai flora dan fauna khas Kalimantan. Di kawasan ini terdapat Goa Tewet yang menyimpan nilai ilmiah, sejarah, sekaligus peluang pengembangan wisata edukasi.

Berbagai potensi tersebut kini mendapat momentum melalui validasi lapangan oleh Tim Penilai Geopark Nasional dari Kementerian ESDM bersama perwakilan pemerintah pusat. Pemerintah Kecamatan Bengalon berharap proses ini membuka jalan bagi pengakuan kawasan sebagai Geopark Nasional.

Camat Bengalon, Muhammad Harun Al Rasyid, menilai status tersebut dapat menjadi instrumen untuk memperkuat konservasi sekaligus memberdayakan masyarakat. Menurutnya, Geopark harus menghubungkan perlindungan alam, pengembangan pengetahuan, dan penguatan budaya.

BACA JUGA  Dinkes Kutim Perluas Screening, Vaksin HPV Didorong untuk Cegah Kanker Serviks

Karena itu, penetapan Geopark bukanlah garis akhir. Sinergi pemerintah, masyarakat adat, akademisi, dan dunia usaha diharapkan mampu menjaga warisan Bengalon, mengembangkan pariwisata berbasis konservasi, serta menghadirkan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan. (ADV/ProkopimKutim/UB)