Pemkab Kutim Tawarkan Akses Kuliah di STIPER bagi Masyarakat Kayan

11 Agustus 2026
379 dilihat
1 min read

KOMBENG – Aspirasi mengenai pendidikan generasi muda Kayan mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemerintah menawarkan akses pendidikan tinggi melalui Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutim, termasuk kesempatan kuliah tanpa biaya bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan.

Peluang tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri Festival UFAH 2026 di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng. Sebelumnya, Ketua Umum Persekutuan Dayak Kayan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Tan Irang, meminta pemerintah memberi perhatian lebih besar terhadap pendidikan anak-anak Kayan.

Tan Irang mengatakan pendidikan menjadi salah satu kunci untuk menyiapkan generasi Kayan agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Ia berharap putra-putri Kayan yang memiliki prestasi memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang diploma maupun sarjana.

BACA JUGA  Paskibraka Kutim Mantap Jelang HUT ke-81 RI, Sejumlah Detail Masih Dievaluasi

Menurut Tan Irang, dukungan pendidikan juga diperlukan untuk memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan komunitas Kayan. Ia mengajak masyarakat tetap mempertahankan persatuan dan semangat kekeluargaan di tengah masyarakat Kutim yang beragam.

Menanggapi aspirasi itu, Ardiansyah mengatakan sejumlah perguruan tinggi di Kutim dapat dimanfaatkan masyarakat Miau Baru. Ia kemudian menghubungi Ketua STIPER Kutim untuk memastikan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru.

Dari komunikasi tersebut, pendaftaran mahasiswa disebut masih tersedia. Ardiansyah pun mengajak anak-anak muda Miau Baru memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama karena bidang pertanian dinilai sesuai dengan karakter wilayah Kombeng yang memiliki potensi agraris.

Menurut dia, pendidikan tinggi bukan sekadar jalan memperoleh ijazah, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia. Kutim membutuhkan generasi terdidik yang mampu mengembangkan potensi daerah sekaligus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pembangunan.

BACA JUGA  Target Eliminasi TBC Masuk RPJMD, Kutim Bentuk Tim Percepatan Lintas Sektor

Akses pendidikan di STIPER dapat menjadi jalur untuk memperoleh keterampilan yang relevan bagi masyarakat Kayan. Mereka dapat memanfaatkan pendidikan yang didapat di STIPER untuk  pengelolaan sumber daya alam, pertanian, dan sektor-sektor unggulan daerah, sekaligus memperbesar peluang mengambil peran dalam pembangunan Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/UB)