KAUBUN – Keterbatasan anggaran desa tidak menghentikan penyelenggaraan turnamen sepak bola di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemerintah desa memilih membuka ruang kerja sama dengan sektor swasta agar agenda olahraga masyarakat tetap berjalan. Melalui dukungan pembinaan senilai Rp125 juta dari PT Indexim Coalindo, Bumi Rapak Cup 2026 tetap berjalan dengan diikuti 40 tim.
Turnamen yang berlangsung di Stadion Buaya Rapak pada Sabtu, 1 Agustus 2026 juga menunjukkan peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 28 tim. Kepala Desa Bumi Rapak sekaligus Ketua Panitia Padil Hidayat mengatakan perubahan pola pendanaan menjadi alasan utama pemerintah desa menggandeng perusahaan.
Pada 2025, seluruh kebutuhan kegiatan ditanggung melalui APBDes. Tahun ini, setelah dilakukan efisiensi anggaran, panitia mencari alternatif pendanaan agar kompetisi tidak terhenti.
Direktur Operasional PT Indexim Coalindo Anderson Khwan mengatakan perusahaan menerima ajakan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial di wilayah operasionalnya. Anderson memastikan perusahaan terbuka untuk melanjutkan dukungan terhadap kegiatan masyarakat lainnya. Dia menilai hubungan antara perusahaan dan warga perlu dibangun melalui program yang memberi manfaat langsung dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengapresiasi kerja sama tersebut. Keterlibatan perusahaan swasta dapat membantu pemerintah menjalankan kegiatan masyarakat ketika terdapat keterbatasan anggaran. Menurutnya, kolaborasi semacam itu patut diperluas ke perusahaan lain yang beroperasi di Kutai Timur.
Mahyunadi menilai dukungan sektor swasta terhadap kegiatan olahraga juga memiliki dampak terhadap pembinaan generasi muda. Selain menyediakan ruang kompetisi, turnamen lokal dapat menjadi tempat munculnya pemain berbakat sekaligus memperkuat interaksi sosial bagi masyarakat.
Bumi Rapak Cup 2026 bukan hanya sebatas agenda pertandingan antarklub, tetapi juga memperlihatkan kerja sama antara pemerintah desa dengan perusahaan swasta dapat mengatasi keterbatasan anggaran tanpa menghilangkan ruang masyarakat untuk berkegiatan bersama. (ADV/ProkopimKutim/UB)
