Tak Sekadar Bertanding, Kutim Bidik Lompatan Prestasi di Porprov 2026

10 Agustus 2026
380 dilihat
1 min read

SANGATTA – Bukan hanya kemampuan atlet yang menjadi perhatian Kutai Timur (Kutim) menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026. Akomodasi, transportasi, konsumsi, perlengkapan, hingga kenyamanan atlet mulai dipetakan untuk memastikan kontingen dapat bertanding dalam kondisi optimal di Kabupaten Paser.

Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) aktif berkomunikasi. Berbagai kendala teknis, menurutnya, harus diselesaikan sebelum keberangkatan agar tidak mengganggu konsentrasi atlet.

Di sisi lain, waktu persiapan yang tersisa sekitar lima hingga enam bulan menjadi periode penting bagi peningkatan prestasi. KONI mendorong setiap cabor segera menyusun strategi pertandingan dan menjalankan program pemusatan latihan atau training center (TC). Target medali yang sebelumnya perak maupun perunggu diharapkan dapat didorong menjadi emas.

BACA JUGA  Menyatukan Angka, Menguatkan Data Pembangunan Kutai Timur 

Untuk menopang proses tersebut, Sekretariat KONI Kutim ditetapkan sebagai Sekretariat Kontingen Porprov. Langkah ini diharapkan memperlancar komunikasi antara KONI, Dispora, pengurus cabor, dan manajemen kontingen.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menyebut kebutuhan masing-masing cabor juga tengah diinventarisasi. Dari 36 cabor yang menjadi fokus pembahasan, data 24 cabor telah dihimpun dan diproses.

Dari sisi target, Kutim membidik posisi tiga besar. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dipercaya Bupati Kutim memimpin kontingen untuk mengawal sasaran tersebut. Ia menilai perburuan emas harus menjadi prioritas karena medali emas menjadi penentu utama klasemen.

Beban target itu cukup berat. Hasil Porprov 2022 menunjukkan jarak antara peringkat ketiga dan keempat mencapai sekitar 50 medali emas. Karena itu, Kutim perlu mengoptimalkan setiap peluang.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Perkuat Wawasan Kebangsaan melalui Sarasehan dan Rakor FPK

Hapkido dan aeromodeling menjadi dua cabor yang dipandang memiliki potensi besar karena menawarkan banyak nomor pertandingan. Meski demikian, cabang yang memiliki daya tarik bagi masyarakat, seperti sepak bola, tetap akan mendapat dukungan. Mahyunadi juga menilai Kutim relatif siap dari sisi anggaran. Kekuatan tersebut harus disertai kerjasama seluruh unsur olahraga agar persiapan yang dilakukan mampu mengangkat posisi Kutim. (ADV/ProkopimKutim/UB)