Hospitality Kutim Bersiap Jadi Penggerak Ekonomi Baru

10 Agustus 2026
402 dilihat
1 min read

SANGATTA – Standar pelayanan menjadi salah satu penentu penting ketika Kutai Timur (Kutim) ingin menarik lebih banyak wisatawan maupun pelaku bisnis. Kenyamanan dan cita rasa makanan saja tidak lagi cukup. Kebersihan, keamanan, keramahan, serta profesionalitas SDM turut membentuk pengalaman sekaligus kesan terhadap sebuah daerah.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kutim 2026 di Lounge Hotel Royal Victoria Sangatta. Forum itu menjadi momentum untuk melihat kembali posisi industri hospitality di tengah perubahan ekonomi Kalimantan Timur yang ikut terdorong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Arus mobilitas dan kegiatan bisnis yang meningkat membuka peluang bagi Kutim untuk memperkuat sektor jasa. Daerah ini tidak harus selamanya dikenal sebagai wilayah berbasis sumber daya alam, sebab budaya, kuliner lokal, pariwisata, dan investasi juga dapat menjadi fondasi ekonomi baru.

BACA JUGA  APBD Kutim Turun Hampir 50 Persen, Prioritas Pembangunan Jalan Skema Multiyears

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, melalui Kepala Dinas Pariwisata Kutim Mahriadi menilai hotel dan restoran memiliki peran lebih dari sekadar menyediakan akomodasi dan konsumsi. Aktivitas bisnis tersebut turut membuka lapangan kerja serta menghidupkan UMKM lokal.

Efeknya bergerak berantai. Hotel dan restoran membutuhkan pasokan pangan, jasa transportasi, produk UMKM, hingga layanan ekonomi kreatif. Karena itu, pertumbuhan hospitality berpotensi menciptakan multiplier effect.

Peluang tersebut dapat diperkuat melalui pengembangan MICE, wisata kuliner, serta promosi destinasi berbasis digital. Pelaku usaha didorong memanfaatkan teknologi untuk pemasaran, reservasi, dan memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

Namun, teknologi dan promosi perlu berjalan bersama peningkatan kualitas layanan. PHRI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun industri yang profesional sekaligus memperkuat citra Kutim sebagai daerah tujuan bisnis dan wisata.

BACA JUGA  Fokus Preventif, Puskesmas Teluk Lingga Perkuat Layanan Jemput Bola 

Melalui Muscab 2026, diharapkan lahir kepengurusan PHRI yang solid dan mampu menjawab perkembangan industri sekaligus mendukung pembangunan daerah. (ADV/ProkopimKutim/UB)