Tanggapan Warga Mengenai Layanan Kesehatan Bergerak di Desa Susuk Tengah, Kecamatan Sandaran

3 Agustus 2026
5 dilihat
1 min read

SANDARAN – Masyarakat di kawasan pesisir Kecamatan Sandaran sering kali mengalami hambatan dalam mengakses layanan kesehatan lantaran jaraknya yang jauh dengan fasilitas kesehatan terdekat. Permasalahan ini menghadirkan solusi berupa program pelayanan kesehatan bergerak yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Fokus pertama program ini adalah memantau gizi dan mencegah stunting di wilayah pesisir dan pedalaman, tetapi tetap menghadirkan layanan kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat. Program ini menawarkan berbagai layanan mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, pemeriksaan gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, edukasi kesehatan, hingga pemberian obat bagi warga yang membutuhkan tanpa dipungut biaya.

Dua warga dari Desa Susuk Tengah memberikan pendapat mereka mengenai kehadiran program pelayanan kesehatan bergerak. Armina, seorang ibu dua anak yang berusia 24 tahun, menyatakan bahwa ia terbantu untuk melepas alat kontrasepsi implan yang ia gunakan. Tanpa program ini, ia harus pergi ke pusat kesehatan yang terletak jauh dari desa.

BACA JUGA  Kutim Antisipasi Dampak Pelemahan Tambang terhadap Pekerja

Leni, seorang perempuan berusia 28 tahun, juga merasa senang dengan adanya layanan kesehatan perempuan yang bisa diakses di desanya. Tanpa harus bepergian jauh ke kota, ia dapat melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker serviks.

Melalui program yang menyasar daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK) ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap akses layanan kesehatan dapat dinikmati seluruh masyarakat Kutim secara merata. Dengan demikian, diharapkan derajat kesehatan masyarakat meningkat termasuk angka stunting serta angka kematian ibu dan anak menurun, khususnya di wilayah Kecamatan Sandaran. (ADV/ProkopimKutim/UB)

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.