Kutim Bidik Ekonomi Non-Batubara Lewat Hilirisasi Komoditas

2 Agustus 2026
3 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pertumbuhan ekonomi Kutai Timur (Kutim) pada 2025 tercatat sekitar 1,22 persen, namun lajunya mencapai sekitar 11 persen ketika sektor batu bara dikeluarkan dari perhitungan. Kondisi tersebut memperlihatkan ruang bagi penguatan ekonomi non-batubara melalui pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai lebih.

Peluang itu dibahas dalam Rapat Kerja Teknis Hilirisasi Potensi Komoditi dan Peluang Pasar Ekspor Tahun 2026 di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim. Pertemuan digelar Pemkab Kutim bersama Pemprov Kaltim secara tatap muka dan daring, melibatkan sekitar 75 peserta dari perangkat daerah, eksportir, BUMDes, serta Ekspor Center Balikpapan.

Pemetaan potensi menjadi penting karena pemerintah membutuhkan data mengenai kapasitas produksi dan lokasi industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional atau SIINas. Data tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program yang lebih tepat, terutama saat ruang fiskal pemerintah terbatas.

BACA JUGA  Dialog Ketenagakerjaan Dinilai Belum Optimal, Buruh Kutim Dorong Pembenahan

Dalam forum, peluang hilirisasi tidak hanya difokuskan pada komoditas utama, tetapi juga pada pemanfaatan bagian produk yang belum optimal. Kakao, pisang, aren, nanas, amplang, dan hasil perikanan disebut memiliki prospek pengembangan, termasuk serat daun nanas yang berpotensi diolah lebih lanjut.

Dari sisi rantai pasok, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, memaparkan gagasan rumah produksi pakan ternak berbasis bahan lokal. Jagung, bungkil sawit, dan limbah ikan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebutuhan industri peternakan sekaligus membuka peluang usaha baru.

Juga, akses pasar menjadi tahapan penting setelah produk dikembangkan. Ekspor Center siap mendampingi pelaku usaha dalam mencari pasar, mengenali calon pembeli, hingga melakukan verifikasi melalui jaringan atase perdagangan luar negeri.

BACA JUGA  Pemerintah Kutim Luncurkan Program Dokter Bergerak untuk Masyarakat Sandaran

Asisten Ekobang Seskab Kutim, Noviari Noor, menegaskan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Heni Purwaningsih mendorong program 2027 yang tepat sasaran di tengah keterbatasan fiskal. Kutim membangun sinergi dengan pelaku usaha serta lembaga pendukung ekspor untuk mendorong PAD dan kesejahteraan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)