Detour Crossing 4 Jadi Jalur Sementara Selama Proyek Underpass KM 16

30 Juli 2026
4 dilihat
1 min read

SANGATTA – Aktivitas pembangunan di kawasan KM 16 poros Sangatta-Bengalon turut mendorong perubahan pola perjalanan. Kaltim Prima Coal (KPC) menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai bagian dari persiapan pembangunan underpass. Penanganan proyek melibatkan tim External Relations (ER) dan Civil and Projects Planning-MDD, dengan dukungan Satlantas Polres Kutai Timur (Kuitim) serta Dinas Perhubungan Kutim dalam pengaturan dan penyampaian informasi kepada pengguna jalan.

Mulai Senin, 13 April 2026, kendaraan yang melewati Crossing 4 diarahkan mengambil jalur memutar yang telah disiapkan. Lintasan tersebut dibuka untuk dua arah sehingga kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melanjutkan perjalanan.

Jalur sementara itu memiliki panjang kurang lebih 380 meter. Lebar badan jalannya mencapai 12 meter, sementara bagian yang mendapatkan perkerasan selebar 7 meter. Pengerjaan dilakukan oleh kontraktor KPC selama Januari-Maret 2026 dengan nilai sekitar Rp4,2 miliar.

BACA JUGA  Dialog Ketenagakerjaan Dinilai Belum Optimal, Buruh Kutim Dorong Pembenahan

Pengawasan lalu lintas juga diperkuat dengan penempatan petugas Dishub dan kepolisian. Personel disiagakan selama 24 jam di beberapa lokasi untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus membantu pengguna jalan melewati kawasan pengalihan dengan aman.

Nanang Santoso, Penelaah Teknis Kebijakan Dishub Kutim, mengatakan skema tersebut diterapkan agar aktivitas perjalanan masyarakat tidak terhenti ketika pekerjaan konstruksi berlangsung. Pengendara juga diminta memperhatikan rambu serta mengikuti instruksi petugas.

Sementara itu, KPC menyiapkan konstruksi underpass sepanjang 91 meter di lokasi tersebut. Manager ER KPC Nanang Supriyadi, menyampaikan bahwa fasilitas ini nantinya diharapkan mengurangi titik pertemuan antara kendaraan masyarakat dan alat berat perusahaan, sekaligus memberikan akses yang lebih nyaman.

BACA JUGA  BPK Jadwalkan Audit LKPD Kutim Tahun 2025

Detour menjadi solusi selama masa pembangunan, sedangkan underpass diproyeksikan sebagai fasilitas jangka panjang untuk mendukung kelancaran mobilitas di koridor Sangatta-Bengalon. KPC juga mengharapkan dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan aman dan manfaatnya dapat dirasakan tanpa mengganggu aktivitas pengguna jalan. (ADV/ProkopimKutim/UB)