SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempersiapkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wahau sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah hulu. Proyek strategis tersebut kini memasuki tahap penyusunan dokumen perencanaan dengan target rumah sakit mulai beroperasi pada 2029.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pembangunan RSUD Wahau merupakan kelanjutan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pernyataan itu disampaikannya usai audiensi bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kamis (23/7/2026).
Menurut Yuwana, lokasi pembangunan semula direncanakan berada di Desa Karya Bhakti. Namun, karena terkendala aspek tata ruang, lokasi dipindahkan ke Desa Wanasari dengan dukungan hibah lahan desa seluas sekitar tiga hektare.
“Status lahannya sudah aman dan tidak berbenturan dengan kawasan transmigrasi maupun peruntukan lainnya,” ujarnya.
Pada 2026, Pemkab memfokuskan anggaran untuk penyusunan Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), masterplan, serta dokumen UKL-UPL. Penyusunan FS dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul).
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik dimulai pada 2027 dan diperkirakan rampung pada 2028. Setelah itu, pemerintah akan melengkapi sarana prasarana, alat kesehatan, dan sumber daya manusia sebelum rumah sakit mulai melayani masyarakat.
Di sisi pembiayaan, Pemkab Kutim masih mengupayakan dukungan APBN melalui koordinasi dengan Bappenas dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Namun apabila belum terealisasi, pembangunan tetap disiapkan menggunakan APBD.
Perwakilan Unmul, Dr Ratno Andrianto, mengatakan hasil studi kelayakan akan menjadi dasar penyusunan masterplan dan DED sehingga pembangunan RSUD Wahau dapat berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)
