SANGATTA – Puskesmas Teluk Lingga memperkuat layanan kesehatan berbasis promotif dan preventif melalui berbagai kegiatan luar gedung. Strategi jemput bola tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh edukasi kesehatan, skrining, hingga deteksi dini penyakit tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.
Kepala Puskesmas Teluk Lingga, drg. Sri Endrayati, mengatakan pelayanan kesehatan primer tidak hanya berpusat di ruang pemeriksaan. Menurut dia, sebagian besar tenaga kesehatan justru aktif menyambangi sekolah, Posyandu, instansi, dan lingkungan permukiman.
“Fokus utama Puskesmas adalah promotif dan preventif, mencegah penyakit sekaligus melakukan deteksi dini. Tim luar gedung kami bekerja sangat aktif di masyarakat,” ujar Sri, Selasa (21/7/2026).
Wilayah kerja Puskesmas Teluk Lingga meliputi Kelurahan Teluk Lingga, Desa Singa Gembara, dan Desa Swarga Bara. Cakupan tersebut mendorong optimalisasi pelayanan lapangan agar seluruh warga dapat dijangkau secara merata.
Salah satu program yang dijalankan ialah pemeriksaan kesehatan calon pengantin bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama dan Gereja Katolik Santa Teresia. Bidan Siti Romlah menjelaskan, pemeriksaan mencakup edukasi kesehatan, tes HIV, skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan hepatitis, serta penilaian status gizi.
Apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan, Puskesmas melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan hasil sebelum memberikan konseling oleh petugas tersertifikasi.
Selain itu, tim juga bergerak cepat menangani potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue melalui penyelidikan epidemiologi. Petugas melakukan penelusuran lingkungan, identifikasi sumber penularan, serta koordinasi dengan kader kesehatan.
Penguatan pelayanan luar gedung ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) agar pelayanan kesehatan semakin dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)
