Dua Ratus Warga Muara Bengkal Jalani Deteksi Dini TBC dengan Radiografi Toraks Mobile

2 November 2025
458 dilihat
1 min read

MUARA BENGKAL – Camat Muara Bengkal Nur Hadi, tak bisa menyembunyikan rasa optimisnya. Dalam sehari, 200 warganya tercatat menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi dini TBC (Tuberkulosis) lewat program Active Case Finding (ACF) dengan layanan radiografi toraks mobile.

Meski pelaksanaannya hanya sehari, jejak program ACF ini akan terasa jauh lebih lama. Dengan data yang dikumpulkan, peta penyebaran TBC di Kutai Timur (Kutim) bisa dianalisis lebih tajam. Intervensi bisa lebih terarah. Dan yang terpenting, nyawa bisa diselamatkan sebelum penyakit ini berkembang lebih jauh. “Kalau bisa rutin setiap tahun, pasti akan sangat berdampak,” ujar Nur Hadi.

Program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini bukan sekadar simbol kehadiran Pemkab di desa. Pemerintah Kabupaten Kutim, melalui Dinas Kesehatan dan didukung District Public Private Mix (DPPM), memang tengah menjalankan langkah serius.

BACA JUGA  DPRD Kutim Targetkan PDAM Jadi Penyumbang PAD Mulai Tahun Depan

Di tengah keterbatasan akses fasilitas kesehatan, alat canggih yang biasa hanya ada di rumah sakit besar itu kini menyambangi warga langsung. Tujuannya jelas, menemukan penderita TBC sedini mungkin, memutus mata rantai penularan, dan menjawab target besar, Indonesia bebas TBC di 2030.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal, kegiatan ini tak bisa ditunda. “Satu penderita TBC bisa menularkan ke 10 orang. Kalau tidak kita tangani sekarang, eliminasi TBC pada 2030 bisa jadi angan-angan saja,” tegas Bahrani, yang juga menyebutkan bahwa Muara Bengkal hanyalah satu dari 13 kecamatan yang menjadi titik deteksi.

“Teknologi ini penting. Dengan toraks digital, kita bisa tahu lebih awal siapa yang terinfeksi, bahkan sebelum gejalanya muncul parah. Ini menyelamatkan banyak nyawa,” ujar dr Ivan Hariyadi yang merupakan Kepala Seksi P2PM Dinkes Provinsi Kaltim, yang hadir memantau jalannya program.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Lakukan Rotasi Pejabat, Bupati Tekankan Kinerja dan Koordinasi

Dari balik tenda pemeriksaan, seorang ibu muda tampak lega usai menjalani rontgen. Ia tak tahu pasti apa itu “radiografi toraks”, tapi ia tahu satu hal, kalau ia sehat, anaknya bisa sekolah terus. (ADV/ProkopimKutim/UB)