DPRD Kutim Targetkan PDAM Jadi Penyumbang PAD Mulai Tahun Depan

15 November 2025
460 dilihat
1 min read

SANGATTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kutai Timur diproyeksikan untuk mulai berkontribusi secara langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam waktu dekat. Ekspektasi tinggi ini menyusul permintaan resmi dari jajaran pemerintah daerah dan DPRD agar badan usaha milik daerah (BUMD) penyedia air minum tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan dan operasionalnya secara signifikan.

Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf, mengonfirmasi arahan terbaru dan komitmen politik yang mendorong transformasi ini. Ia menyampaikan timeline yang jelas yang diharapkan dapat dicapai oleh manajemen PDAM.

“PDAM saat rapat kemarin kami meminta agar tahun depan atau tahun yang akan datang sudah bisa menyumbang PAD,” ungkap Yusri Yusuf.

Permintaan yang tegas ini merefleksikan upaya serius pemerintah untuk mengoptimalkan potensi seluruh perusahaan daerah (Prusda) yang dimiliki, termasuk PDAM yang memiliki interaksi langsung dengan masyarakat. Selama ini, tidak sedikit PDAM di berbagai daerah yang masih bergantung pada injeksi dana dan subsidi dari APBD, alih-alih menjadi sumber pemasukan yang andal.

BACA JUGA  Dua Ratus Warga Muara Bengkal Jalani Deteksi Dini TBC dengan Radiografi Toraks Mobile

Agar target kontribusi kepada PAD ini dapat tercapai dalam waktu yang telah ditetapkan, diperlukan serangkaian langkah restrukturisasi dan modernisasi yang komprehensif dan terencana. Peningkatan efisiensi operasional, penagihan tunggakan piutang yang lebih agresif dan sistematis, serta pengurangan kebocoran air secara teknis (non-revenue water) menjadi beberapa hal krusial yang harus segera dibenahi secara fundamental.

Di sisi lain, pemerintah daerah selaku pemilik juga dituntut untuk memberikan dukungan penuh dan tidak setengah-setengah. Dukungan tersebut dapat berupa bantuan modal untuk peremajaan infrastruktur yang sudah tua, fasilitasi akses pendanaan lunak, atau kajian kebijakan tarif yang wajar dan berkeadilan sehingga PDAM dapat beroperasi secara sehat secara finansial tanpa membebani masyarakat.

BACA JUGA  Pemetaan Jalan Strategis: Fondasi Perencanaan untuk Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Kutai Timur

Sinergi yang konstruktif antara pemilik (pemerintah daerah/DPRD) dan pengelola (manajemen dan karyawan PDAM) menjadi kunci keberhasilan mencapai titik impas dan seterusnya menjadi penyumbang PAD. Jika rencana ambisius ini berjalan dengan baik, kontribusi PDAM terhadap PAD akan membuka sumber pendapatan baru yang berkelanjutan dan memiliki dampak pengganda (multiplier effect).

Dana yang dihasilkan dapat dialokasikan kembali oleh pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan infrastruktur publik dan peningkatan pelayanan dasar lainnya, menciptakan siklus fiskal yang positif dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

Pada akhirnya, target menjadikan PDAM sebagai penyumbang PAD merupakan langkah strategis dan simbolis menuju kemandirian fiskal daerah. Langkah ini diharapkan dapat memacu PDAM untuk berbenah, berinovasi, dan bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang andal, profesional, dan unggul. (ADV)