Bupati Kutim Gelar Kunjungan Kerja ke Desa Mukti Jaya, Kecamatan Rantau Pulung

1 November 2025
390 dilihat
1 min read

SANGATTA – Beberapa waktu lalu, Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman, berkesempatan mengunjungi Desa Mukti Jaya, Kecamatan Rantau Pulung. Pada kunjungan kerja kali ini, Ardiansyah didampingi oleh Wakil Bupati Mahyunadi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kutim.

Camat Rantau Pulung Tristiningsih, yang disertai tokoh agama, pemuda, dan masyarakat setempat, menyambut baik kedatangan Bupati Kutim dan rombongan. Terlebih saat menerima kabar baik yang disampaikan langsung oleh Ardiansyah di hadapan warga.

Tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memulai langkah besar. Yakni, perbaikan dan peningkatan jalan utama penghubung Sangatta Utara dan Rantau Pulung. Ruas jalan yang panjangnya hampir 40 kilometer itu akan dikerjakan secara bertahap.

BACA JUGA  Sandaran Jadi Sasaran Sosialisasi TBC, PPTI Dorong Warga Hidup Sehat

Dalam kunjungannya, Ardiansyah mengatakan bahwa perbaikan poros Sangatta-Rantau Pulung menjadi prioritas pembangunan infrastruktur yang tak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga membangun semangat kolektif dari pedalaman.

“Ruas jalan Sangatta–Rantau Pulung ini menjadi program prioritas dan mulai dikerjakan tahun ini secara bertahap. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, jalan ini sudah dalam kondisi baik sehingga akses dan mobilitas masyarakat bisa lebih mudah,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah juga menuturkan, perbaikan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pedalaman Kutim yang selama ini masih menghadapi kendala konektivitas. Jalan menjadi urat nadi logistik dan mobilitas warga yang tersebar di berbagai desa terpencil dan jalan produksi ke perkebunan sawit milik warga.

BACA JUGA  IIQ Resmi Bermitra dengan BAZNAS Kutim, Perkuat SDM dan Profesionalisme Zakat

Pada kesempatan yang sama, Ardiansyah juga tak menampik bahwa masih banyak pekerjaan rumah di sektor infrastruktur. Dari total 1.100 kilometer jalan kabupaten yang ada di Kutim, baru sekira 30 hingga 40 persen yang sudah masuk kategori mantap, artinya telah beraspal atau berbeton. Sisanya, sekitar 660 kilometer, masih perlu ditingkatkan kualitasnya agar mampu menopang kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini tantangan besar bagi kita semua. Tapi dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kami optimistis ini bisa diwujudkan,” pungkas Ardiansyah.(ADV/ProkopimKutim/UB)