Usai Aksi Joget dan Sawer di Dinas PUPR Bikin Geger Jagat Maya, Bupati Kutim: Itu Keterlaluan

17 Februari 2025
534 dilihat
1 min read

JAKARTA – Jagat maya baru-baru ini geger usai video berdurasi 51 detik yang menunjukkan sejumlah pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berpesta di kantor, viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak beberapa orang berjoget di atas meja, diiringi musik, ditambah aksi sawer uang, hingg botol-botol minuman keras terlihat di meja yang berbeda.

Kejadian ini memicu gelombang kritik dari warganet yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika sebagai abdi negara. Desakan agar tindakan tegas diambil semakin menguat, mendorong Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman untuk angkat bicara.

“Saya sudah instruksikan Komisi Disiplin Pegawai, untuk melakukan investigasi guna menyelidiki dugaan pelanggaran disiplin oleh pegawai lingkup Dinas PUPR Kutim,” tegas orang nomor satu di Kutai Timur itu di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Didampingi Wakil Bupati terpilih H. Mahyunadi, setelah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di Kementerian Dalam Negeri, Ardiansyah menjelaskan bahwa investigasi akan dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten Kutim selaku pembina kepegawaian. Tim investigasi terdiri dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspektorat Wilayah, Bagian Hukum, serta Dinas PUPR itu sendiri.

BACA JUGA  PKS Tegaskan Dukungan Kritis untuk Pemerintahan Prabowo melalui Konsolidasi Nasional

“Hari ini, Komisi Disiplin sudah mulai melakukan investigasi,” terangnya.

Hasil investigasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan sanksi bagi para pegawai yang terlibat, yang dapat berkisar dari sanksi ringan hingga berat, tergantung hasil investigasi nanti. Ardiansyah menilai bahwa aksi para ASN dalam video tersebut sudah melampaui batas kewajaran.

“Kalau hanya melepas penat dengan karaoke biasa, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai naik ke meja dan melakukan hal yang tidak pantas, itu keterlaluan,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, Ardiansyah mengingatkan seluruh ASN di Kutim, baik PNS maupun PPPK, untuk selalu menjaga etika di mana pun berada karena ASN seharusnya tidak hanya menjadi pelayan masyarakat, tetapi juga teladan yang baik.

BACA JUGA  Soal Pelantikan Kepala Daerah, Tito Ungkap Ada 3 Opsi

Penjelasan Plt Kadis PUPR Kutim

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Setia Abadi, membenarkan bahwa peristiwa dalam video tersebut memang terjadi di kantornya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk hiburan setelah pegawai lembur berhari-hari.

“Sebenarnya ini hanya nyanyi-nyanyi karaoke setelah lembur berminggu-minggu. Itu terjadi di ruang rapat karena memang sudah larut malam,” kata Joni saat dihubungi, Sabtu (15/2/2025), lalu.

Joni juga mengklarifikasi bahwa kejadian itu berlangsung pada akhir Desember 2024 di tengah blokade pekerjaan yang padat. Mengenai keberadaan botol minuman keras, ia menyebut bahwa kejadian itu terjadi di luar jam kerja dan bukan bagian dari acara resmi.

“Mungkin ada yang bawa sendiri. Tapi tetap, saya akan menegur mereka,” ujarnya.

Joni menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan disiplin secara internal agar kejadian serupa tidak terulang.

Jangan Lewatkan