Damkar Kutim Perkuat Peran Masyarakat Melalui Program Pelatihan Penanganan Kebakaran Terstruktur

13 November 2025
486 dilihat
1 min read

SANGATTA – Sebagai upaya membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih komprehensif dan partisipatif, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kutai Timur membuka peluang bagi masyarakat umum yang memiliki komitmen untuk berpartisipasi lebih aktif dalam penanganan darurat kebakaran di lingkungannya. Pelibatan masyarakat dalam struktur keselamatan ini dilakukan melalui mekanisme dan prosedur resmi yang telah ditetapkan secara ketat.

Pandi Widiarto, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur yang membidangi urusan ini, menjelaskan bahwa terdapat pembagian peran yang jelas mengenai bentuk dan tingkat partisipasi yang dapat dilakukan warga. Tidak semua situasi kebakaran memungkinkan keterlibatan langsung masyarakat awam, mengingat tingkat kompleksitas dan bahaya operasi pemadaman.

“Jika masyarakat ingin ikut serta dalam penanganan secara teknis pasti ada prosedurnya, ada yang bisa melibatkan masyarakat ada yang memang penanganan spesifik yang harus dilatih secara latihan khusus,” ujar Pandi selaku anggota DPRD Kutim.

BACA JUGA  Integrasi Wilayah: Pembangunan Konektivitas Antar Kecamatan Ditetapkan Sebagai Prioritas Strategis Kutai Timur

Pernyataan ini secara tegas membedakan antara partisipasi umum dan penanganan spesialis. Untuk operasi pemadaman yang bersifat spesifik, kompleks, dan berisiko tinggi, hanya personel damkar profesional yang telah menjalani pelatihan intensif dan tersertifikasi yang diperbolehkan turun langsung ke lapangan. Sementara untuk tugas-tugas pendukung tertentu yang lebih sederhana dan berisiko rendah, partisipasi masyarakat yang terorganisir dan terlatih dasar masih sangat dimungkinkan.

Sebagai implementasi nyata dari komitmen melibatkan masyarakat, Damkar Kutai Timur telah menyelenggarakan program pembinaan, penyuluhan, dan pelatihan dasar bagi warga yang berminat. Program pelatihan komunitas ini dirancang khusus untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar memadamkan api, prinsip-prinsip keselamatan kebakaran, dan teknik menanggulangi kebakaran skala terbatas.

Widiarto membeberkan bahwa program pelatihan berbasis komunitas tersebut telah berjalan dengan baik dan bahkan telah menghasilkan sejumlah lulusan atau kader yang kompeten di tingkat dasar. “Dan itu juga sudah ada programnya di damkar, mereka melatih sekitar 100 orang begitu untuk penambahan skill dan kemampuan terkait kepemadaman,” tambahnya.

BACA JUGA  Kabid di Bappeda Kutim Telah Dilaporkan ke Majelis Kode Etik Pegawai, Aktivis FRK Bakal Kawal Prosesnya

Data tentang “100 orang” ini menunjukkan skala upaya yang telah dilakukan. Keberadaan sekitar seratus orang warga yang telah dilatih dan dibekali keterampilan dasar pemadaman ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis dan perpanjangan tangan Damkar di tingkat komunitas atau Rukun Tetangga (RT). Mereka dapat berperan sebagai first responder yang andal dalam melakukan upaya pemadaman awal dan evakuasi sederhana untuk mencegah api membesar, sambil menunggu kedatangan regu damkar profesional.

Dengan adanya program pelatihan yang terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi dan kolaborasi yang kuat antara petugas damkar profesional dan masyarakat terlatih. Kolaborasi strategis antara pemerintah dan komunitas ini pada akhirnya akan memperkuat sistem ketangguhan dan ketahanan daerah dalam menghadapi ancaman bahaya kebakaran. (ADV)

Jangan Lewatkan