Refleksi Sejarah: Agribisnis sebagai Jiwa Kemandirian Ekonomi Kutai Timur

11 November 2025
469 dilihat
1 min read

SANGATTA – Menyusul dinamika pembangunan ekonomi yang semakin kompleks, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Faizal Rachman, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama merefleksikan fondasi ekonomi historis yang menjadi semangat awal berdirinya daerah tersebut. Menurutnya, jiwa kemandirian ekonomi yang dicanangkan sejak masa pemerintahan awal harus terus menjadi kompas dalam setiap perencanaan dan implementasi pembangunan.

Faizal menjelaskan bahwa sejarah panjang pembentukan Kutai Timur tidak dapat dipisahkan dari dominasi dan kontribusi sektor agribisnis dalam arti luas, yang selama beberapa dekade menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Sektor yang mencakup pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan darat ini diyakini telah menjadi penggerak utama yang tidak hanya menghidupi sebagian besar masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian fiskal dan ketahanan pangan daerah.

“Ekonomi kita sejak Kutai Timur itu didirikan semangat pertama kali bagaimana Kutai Timur itu mandiri dari bidang agribisnis,” ujar Faizal Rachman selaku anggota DPRD Kutai Timur.

BACA JUGA  Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani: DPRD Kutim Desak Optimalisasi Lahan untuk Pertanian Mandiri Berbasis Masyarakat

Pernyataan historis ini menegaskan perspektif bahwa agribisnis bagi Kutai Timur bukan sekadar sektor ekonomi biasa, melainkan telah menjadi identitas kolektif, warisan budaya, dan akar sosio-ekonomi yang menjadi raison d’être keberadaan daerah ini. Kemandirian dan kemakmuran relatif yang berhasil dibangun dari hasil bumi, ternak, dan kekayaan alam lainnya merupakan capaian monumental yang patut dijaga dan dijadikan landasan filosofis yang kokoh.

Oleh karena itu, dalam menghadapi dinamika ekonomi kontemporer yang menuntut diversifikasi sektor, inovasi, dan adaptasi teknologi, Faizal menekankan pentingnya untuk tidak melupakan akar sejarah dan kekuatan tradisional ini. Semangat untuk mandiri melalui pengelolaan sumber daya alam lokal secara produktif, bijaksana, dan berkelanjutan harus tetap menjadi nilai inti dalam setiap perencanaan pembangunan.

BACA JUGA  Integrasi Wilayah: Pembangunan Konektivitas Antar Kecamatan Ditetapkan Sebagai Prioritas Strategis Kutai Timur

Ajakan reflektif ini merupakan pengingat kolektif bahwa di balik wacana pengembangan sektor baru, potensi klasik dan fundamental seperti agribisnis tetap menyimpan kekuatan, ketahanan, dan kontribusi ekonomi yang luar biasa dan telah teruji oleh waktu. Menguatkan dan merevitalisasi fondasi agribisnis yang ada berarti secara simultan mengokohkan ketahanan pangan lokal, stabilitas ekonomi kerakyatan, dan basis mata pencaharian masyarakat.

Ke depan, DPRD Kutai Timur berharap agar seluruh kebijakan ekonomi, fiskal, dan pembangunan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dapat secara sinergis memperkuat, memodernisasi, dan meningkatkan nilai tambah sektor agribisnis ini. Dengan pendekatan yang berimbang antara mempertahankan kekuatan tradisional dan membuka peluang baru, maka kemandirian ekonomi yang menjadi cita-cita luhur pendiri Kutai Timur dapat dipertahankan dan ditingkatkan. (ADV)

Jangan Lewatkan