Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas unggulan. Langkah ini salah satu menjadi strategi utama meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas peluang ekspor.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis Hilirisasi Potensi Komoditi dan Peluang Ekspor di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, pada hari Rabu (15/4/2026). Saat itu acara dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Seskab Kutim, Noviari Noor.
Dalam sambutannya, Noviari menegaskan hilirisasi menjadi langkah krusial agar Kutim tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah.
“Komoditas seperti pisang, kakao, aren genjah, dan nanas memiliki potensi besar jika diolah lebih lanjut. Hilirisasi adalah kunci agar nilai ekonomi tetap berputar di daerah dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Selain hilirisasi, pemerintah juga menekankan pentingnya integrasi data melalui Sistem Informasi Industri Nasional. Seluruh pelaku industri kecil dan menengah diminta aktif menginput data produksi dan lokasi usaha.
Menurut Noviari, data yang akurat akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang tepat, khususnya dalam memfasilitasi akses pasar ekspor.
“Tanpa data yang valid, kita sulit menentukan langkah strategis. Karena itu, partisipasi aktif pelaku usaha sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pemetaan potensi unggulan secara detail. Hal ini termasuk kapasitas produksi dan kesiapan komoditas untuk ekspor. Apresiasi disampaikan kepada para eksportir, BUMD, dan Dekranasda yang berkontribusi dalam pengembangan sektor industri.
Di tengah penurunan produksi batu bara, perekonomian Kutim justru menunjukkan perkembangan positif dari sektor non-tambang. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tanpa batubara meningkat signifikan hingga sekitar 11 persen.
“Ini menjadi sinyal kuat bahwa kita harus memperkuat sektor non-batubara melalui hilirisasi agar ekonomi daerah lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Penulis: M. Ayyub
Editor: Redaksi
