Jimmi sebut Mekanisasi Pertanian Kunci Swasembada Pangan

9 Desember 2024
162 dilihat
1 min read
Penyerahan secara simbolis alat pertanian oleh Ketua DPRD Kutim Jimmi. Foto: Istimewa

SANGATTA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Jimmi, menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas pertanian sebagai langkah strategis untuk mencapai swasembada pangan di daerah. Salah satu upaya konkret yang didorong adalah modernisasi alat di sektor pertanian.

“Kita harus memastikan produktivitas petani meningkat, dan hal ini membutuhkan dukungan melalui modernisasi alat-alat pertanian. Langkah ini tidak hanya membantu petani, tetapi juga berpotensi menarik minat generasi muda untuk terjun sebagai petani milenial,” ujar Jimmi dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima redaksi, Senin, 9 Desember 2024.

Komitmen ini sejalan dengan visi Pemkab Kutim yang terus memberikan dukungan berupa bantuan alat-alat pertanian kepada para petani. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat proses modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan hasil panen secara signifikan.

BACA JUGA  Serapan Anggaran Kutim Didominasi Gaji Pegawai, Proyek Infrastruktur Masih Terseok

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, mekanisasi pertanian dapat mengatasi berbagai tantangan yang selama ini menghambat produktivitas petani, seperti keterbatasan tenaga kerja dan waktu. Dengan efisiensi yang meningkat, sektor pertanian di Kutim diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap kebutuhan pangan lokal, bahkan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Selain soal produktivitas, mekanisasi pertanian juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi muda. Jimmi berharap, modernisasi ini dapat mengubah paradigma bahwa bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional yang melelahkan.

“Kami ingin menjadikan sektor pertanian sebagai pilihan karier yang menjanjikan bagi anak muda Kutai Timur,” ucapnya.

Dengan produktivitas yang terus meningkat, Kutim memiliki peluang besar untuk menjadi daerah yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Tak hanya itu, sektor pertanian yang maju juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru, mulai dari pengolahan hasil panen hingga distribusi pangan.

BACA JUGA  Ketahanan Amplang: Kisah Kuliner Tradisional yang Bertahan di Tengah Turbulensi Ekonomi

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan peningkatan populasi.

Jimmi optimis, dengan kerja sama yang solid antara DPRD, Pemkab, dan masyarakat, Kutim bisa menjadi pelopor dalam pembangunan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Ke depan, DPRD Kutim berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. (*/fu)

Jangan Lewatkan