Strategi Pengendalian Beban: Pemerintah Kutim Siapkan Jembatan Timbang untuk Tekan Kerusakan Jalan

14 November 2025
469 dilihat
1 min read

SANGATTA – Menghadapi tantangan kerusakan infrastruktur jalan yang semakin mengkhawatirkan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mengembangkan strategi inovatif yang bersifat preventif dan berkelanjutan. Langkah-langkah pencegahan dini dinilai lebih efektif dan efisien secara ekonomi dibandingkan sekadar melakukan perbaikan secara reaktif dan berkala.

Pandi Widiarto dari Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur mengungkapkan salah satu strategi teknis dan regulatif yang sedang dipersiapkan secara serius adalah penggunaan dan optimalisasi jembatan timbang (weighbridge). Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis untuk mengendalikan dan meregulasi volume serta muatan kendaraan yang melintas, khususnya kendaraan berat seperti truk dan trailer, yang secara signifikan berkontribusi besar terhadap percepatan kerusakan struktur jalan akibat beban berlebih.

“Menyediakan strategi jembatan timbang untuk di jalan nasional untuk volume kendaraan yang berlebihan itu bisa dikendalikan,” ujar Widiarto.

Implementasi dan operasionalisasi jembatan timbang ini terutama akan difokuskan pada ruas-ruas jalan nasional yang menjadi urat nadi utama transportasi barang dan logistik di wilayah Kutai Timur. Pengawasan yang ketat dan konsisten terhadap kepatuhan batas muatan sumbu kendaraan (BMS) diharapkan dapat mengurangi tekanan berlebihan pada struktur perkerasan jalan, yang merupakan penyebab utama penurunan kualitas jalan secara prematur.

BACA JUGA  Polemik Perencanaan APBD Kutim, Pengamat Nilai Partisipasi Publik Buruk

Widiarto lebih lanjut menekankan bahwa dengan pengendalian dan penegakan hukum yang tepat melalui sistem jembatan timbang yang andal, investasi pembangunan dan rehabilitasi jalan yang menelan anggaran tidak sedikit dapat bertahan lebih lama sesuai dengan usia rencana (design life) yang ditetapkan. Infrastruktur jalan yang dibangun dengan biaya besar dari uang rakyat seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang.

Strategi preventif berbasis penimbangan ini diharapkan dapat memastikan bahwa “jalan yang sudah dibangun untuk 10 atau 15 tahun itu tetap bisa terjaga,” tambahnya.

Pernyataan visioner ini menunjukkan komitmen politik dan teknis pemerintah untuk secara serius melindungi investasi infrastruktur publik dari kerusakan dini yang sebenarnya dapat dicegah. Dengan mengendalikan secara ketat beban kendaraan berlebih yang melintas, diharapkan usia pakai jalan dapat sesuai atau bahkan melampaui perencanaan teknis awal, sehingga menghemat anggaran pemeliharaan jangka menengah dan panjang.

BACA JUGA  Sawit Rakyat Kutim Digenjot, DPRD: "Lawan Dominasi Korporasi, Warga Harus Jadi Tuan di Tanah Sendiri!"

Keberadaan dan operasi jembatan timbang yang dikelola secara profesional juga akan mendukung penegakan peraturan lalu lintas dan angkutan jalan mengenai batas muatan maksimum yang selama ini sering dilanggar oleh para operator angkutan barang. Langkah pengawasan ini tidak hanya akan memperpanjang umur layan infrastruktur jalan, tetapi juga secara simultan meningkatkan aspek keselamatan lalu lintas bagi semua pengguna jalan.

Dengan penerapan strategi jembatan timbang yang terintegrasi dengan penegakan hukum yang konsisten, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap dapat menekan angka dan laju kerusakan jalan secara signifikan, sekaligus mengoptimalkan alokasi anggaran pemeliharaan yang selama ini membengkak untuk dialihkan ke program pembangunan infrastruktur baru dan peningkatan kualitas layanan publik lainnya. (ADV)

Jangan Lewatkan