SAMARINDA – Riuh menggema di Convention Hall Samarinda, Rabu, 21 April 2025. Ribuan pengunjung yang sebagian besar pelajar asal Samarinda, memadati peluncuran program Gratispol besutan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Peluncuran ini boleh jadi penanda kick off realisasi janji politik Rudy-Seno saat kampanye pemilihan gubernur 2024.
Mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, nampak hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten, Poniso Suryo Renggono. Bupati Ardiansyah berhalangan hadir karena bersamaan kunjungan kerja ke Kecamatan Long Mesangat. Poniso didampingi sejumlah kepala perangkat daerah yang menangani bidang pendidikan dan sosial, perwakilan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutim, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta.
“Pemerintah Kutim dukung penuh program Gratispol. Kebutuhan pembangunan sumber daya manusia dengan akses yang luas untuk belajar hingga perguruan tinggi adalah program konkrit. Semua gratis. Begitu juga aspek kesehatan, perumahan, informasi, dan spitirualitas, semua tercakup dalam program ini,” terang Poniso.
Enam program unggulan diperkenalkan Gubernur Rudy secara resmi kepada publik, antara lain pendidikan gratis dari jenjang SMA/SMK hingga S3, termasuk peluang kuliah di luar Kaltim bahkan luar negeri; Pelayanan kesehatan bermutu gratis bagi seluruh lapisan masyarakat; Seragam sekolah gratis untuk siswa dari keluarga kurang mampu.
Di bidang lainnya, ada program biaya administrasi kepemilikan rumah gratis, termasuk pengurusan sertifikat dan legalitas lainnya; Umrah gratis bagi marbot masjid serta perjalanan spiritual serupa bagi penjaga rumah ibadah lainnya; dan program WiFi gratis di seluruh desa sebagai upaya mempersempit kesenjangan digital.
Gubernur Rudy menegaskan bahwa Gratispol merupakan perwujudan janji kampanye dan tekadnya membangun Kaltim dari sisi sumber daya manusia. “Kesejahteraan tak cukup hanya dengan infrastruktur, tapi juga dengan akses pendidikan, kesehatan, dan spiritualitas yang merata,” tutur ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kaltim dalam sambutannya.
Dikatakannya, program Gratispol ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Kaltim. Pihaknya ingin anak-anak Kaltim tak lagi terhalang mimpi karena biaya. Karena itu lah, ia terdorong menciptakan generasi baru yang cerdas, sehat, dan berdaya saing menuju Kaltim emas di masa datang.
Peluncuran Gratispol juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti pameran produk Gratispol, talkshow bertema pendidikan dan teknologi, parade fashion show Kartini modern, lomba kreasi pelajar, dan sajian budaya lokal.
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melalui sambutan tertulis yang dibacakan Rektor Universitas Mulawarman, Samarinda, Prof Abdunnur, menyampaikan apresiasinya.
“Program Gratispol telah mengimplementasikan semangat beasiswa dan akses pendidikan berkualitas. Kalimantan Timur selangkah lebih maju. Semoga langkah ini menginspirasi daerah lain,” sebut Menteri Brian.
Gratispol, menurut Brian, merupakan terobosan konkret dan inklusif, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berkeadilan sosial. Di tengah euforia peluncuran, semangat Hari Kartini terasa begitu relevan.
“Semangat emansipasi, kesetaraan, dan kemajuan berpadu dalam program yang menjangkau setiap lapisan masyarakat tanpa diskriminasi,” ujarnya. (*/che)
