SANGATTA – Aula Odah Seni Betuah (OSB) Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi ruang belajar bagi masyarakat yang ingin mengenal dunia seni. Melalui pelatihan yang dibuka tanpa biaya, peserta diajak berlatih sekaligus bertukar gagasan tentang seni pertunjukan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan seni di tengah perubahan zaman.
Di balik kegiatan tersebut, terdapat Padliyansyah, pendiri sekaligus Ketua OSB. Meski pada 2026 mendapat amanah sebagai Kepala Bidang Penataan Desa pada DPMDes Kutim, aktivitasnya di bidang seni tetap berjalan. Selain membuka pelatihan teater, ia masih mengoordinasikan Grup Musik Tingkilan dan FDT Kutim.
Kecintaan Padliyansyah terhadap seni telah tumbuh sejak 1986. Kiprahnya juga menyentuh dunia pendidikan melalui pendirian kelompok teater di jenjang sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Baginya, pembinaan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus pelaku seni.
Pengalamannya turut terbentuk dari perjalanan di pemerintahan. Pada 2017-2023, ia menjabat Kasubbag Perencana pada Dinas Kebudayaan Kutim, kemudian menjadi Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim hingga Januari 2026. Kompetensinya diperkuat sertifikasi nasional sebagai Juri Pertunjukan dan Ahli Cagar Budaya.
OSB sendiri lahir pada 4 Desember 2014 atas prakarsa Padliyansyah. Sejak awal, komunitas ini diarahkan sebagai wadah pembinaan lintas generasi, bukan sekadar perkumpulan seni. Tari, musik tradisional, hingga Sandiwara Mamanda menjadi bagian dari kesenian yang terus dikembangkan.
Dalam kegiatannya, OSB juga menghadirkan seni dari masyarakat Kutai, Dayak, dan berbagai etnis lain di Kutim. Pertunjukan sekaligus pembinaan tersebut menjadi ruang memperkenalkan identitas budaya dan mempererat harmoni masyarakat.
“Bagi saya, seni dan budaya bukan sekadar kegiatan, tetapi napas kehidupan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Padliyansyah.
Melalui pelatihan gratis dan kegiatan pembinaan yang konsisten, OSB berupaya memastikan seni tradisi diteruskan oleh generasi berikutnya. (ADV/ProkopimKutim/UB)
