Padi Mayas di Sekurau Atas, Benteng Ketahanan Pangan dari Adat Dayak Basap

21 November 2025
427 dilihat
1 min read

BENGALON – Desa Persiapan Sekurau Atas di Kecamatan Bengalon kembali semarak. Masyarakat Dayak Basap menggelar syukuran pascapanen padi gunung varietas mayas, tradisi tahunan yang tidak hanya bernuansa ritual, tetapi juga menjadi cara menjaga ketahanan pangan berbasis adat.

Padi mayas di ladang sekitar 30 hektare itu ditanam hanya sekali setahun, tanpa pupuk kimia dan tanpa alat berat. Semua dikerjakan melalui gotong royong dan petuah leluhur agar tanah tetap subur.

Plt Kepala Desa Persiapan Sekurau Atas Jamhari menyebut pola tanam tersebut bagian dari kearifan lokal Dayak Basap. “Kalau terus dipaksa, dia akan marah. Kami diajarkan menanam sekali setahun demi keseimbangan. Tanah juga butuh istirahat,” ujarnya.

BACA JUGA  UGM Dampingi Kutim Susun Kajian Sampah dan Lingkungan Berbasis Riset Multidisipliner

Syukuran digelar secara adat, diawali doa dan makan bersama. Hadir Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman, Komandan Lanal Kutim Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, tokoh adat, dan unsur pemerintah kecamatan.

Ardiansyah menegaskan ketahanan pangan tidak cukup dibangun di atas dokumen. “Ia harus hidup di ladang-ladang seperti Sekurau Atas yang menyatu dengan alam dan adat,” katanya. Ia menyebut program pertanian Pemkab Kutim sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto. Saat ini, Kutim menyiapkan 100 ribu hektare lahan pertanian baru, 20 persen untuk padi sawah dan 80 persen hortikultura.

Dalam forum itu, Jamhari juga berharap status Desa Persiapan Sekurau Atas segera menjadi desa definitif. Ardiansyah memastikan 11 desa persiapan di Kutim, termasuk Sekurau Atas, ditargetkan definitif pada 2025. Acara ditutup dengan penyerahan simbolis hasil panen dan doa bersama, menegaskan pesan bahwa pangan bisa tumbuh dari akar budaya. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Satpol PP Kutim Manfaatkan Skema Outsourcing untuk Efisiensi, Tetap Sesuai Regulasi Pusat