Bupati Kutim Tegaskan Layanan Tanpa Sekat, Air Bersih Mengalir hingga Dusun Sidrap

21 November 2025
386 dilihat
1 min read

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman menegaskan kembali arah kebijakannya: melayani masyarakat tanpa sekat wilayah, dari pusat kota hingga batas kabupaten. Pesan itu disampaikannya saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 50 liter per detik di Kompleks Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.

Di hadapan jajaran pemerintah dan warga, Ardiansyah langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim membangun infrastruktur air bersih di Dusun Sidrap, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan perbatasan yang secara geografis lebih dekat ke Kota Bontang, namun secara administrasi berada di bawah Kabupaten Kutim.

BACA JUGA  Para Pekerja Sunyi di Garis Depan Pelayanan Sosial

“Saya instruksikan agar Dinas PUPR segera membangun infrastruktur air bersih di Sidrap. Urusan saya sebagai Bupati Kutai Timur adalah melayani masyarakat yang berada di wilayah Kutim,” tegasnya, sekaligus menanggapi pernyataan Wakil Wali Kota Bontang yang sempat menyarankan dirinya “belajar lagi”.

Menurutnya, kepemimpinan daerah tidak boleh hanya fokus pada kawasan perkotaan. Pesisir, pedalaman hingga titik terluar seperti Sidrap, harus mendapat porsi yang sama dalam pemenuhan infrastruktur dasar. Karena itu, proyek SPAM Kabo Jaya ditegaskannya bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi pemerataan layanan air bersih, listrik, akses jalan dan jembatan, serta fasilitas kesehatan.

Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, yang hadir di lokasi, menerima instruksi langsung tersebut. Ia diminta bersinergi dengan Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim, Suparjan, untuk mempercepat jaringan distribusi air bersih hingga ke Sidrap dan wilayah sekitarnya.

BACA JUGA  Bripda Gabriel Simorangkir Persembahkan Emas dan Perunggu untuk Kutim di Kapolri Cup VI 2025

Suparjan menjelaskan, kapasitas 50 liter per detik SPAM Kabo Jaya berpotensi menjangkau ribuan sambungan rumah di Sangatta Utara dan sekitarnya. Namun, untuk daerah terpencil, dibutuhkan pengembangan jaringan pipa dan dukungan lintas instansi. “Kami siap menjalankan arahan Pak Bupati. Perluasan jaringan akan menjadi prioritas kami,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/UB)