Dua SPAM Baru Diresmikan, Akses Air Bersih di Sangatta Kian Merata

21 November 2025
485 dilihat
1 min read

SANGATTA – Janji menghadirkan air bersih yang layak konsumsi bagi ribuan warga Kutai Timur (Kutim) mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Kutim meresmikan dua Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang telah lama dinantikan masyarakat, yakni Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo dan IPA Sangkima–Teluk Singkama. Peresmian dilakukan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman pada Juni 2025 lalu, menandai babak baru pelayanan air bersih di daerah ini.

IPA Kabo dibangun dengan kapasitas 50 liter per detik. Fasilitas ini diproyeksikan melayani kawasan padat penduduk di Sangatta Utara hingga kawasan Patung Burung. Sementara itu, IPA Sangkima–Teluk Singkama memiliki kapasitas 10 liter per detik dan difokuskan untuk menjangkau wilayah pinggiran, terutama masyarakat di Teluk Singkama yang selama ini bergantung pada air sumur dangkal dan air hujan.

BACA JUGA  Sertifikat Tanah Dibagikan di Desa Martadinata untuk Warga Perbatasan Kutim

Bupati Ardiansyah menegaskan, pembangunan infrastruktur air minum bukan sekadar memenuhi target fisik. Menurutnya, air bersih adalah hak dasar warga yang berkaitan langsung dengan martabat manusia. “Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Hari ini, kami wujudkan sebagian dari janji itu,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas. Ardiansyah tidak ingin Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) hanya dikenal sebagai “perusahaan air mandi” karena air yang disalurkan tidak layak konsumsi.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menjelaskan, IPA Kabo diproyeksikan menopang sekitar 4.000 sambungan rumah. Cakupan layanan ini tidak hanya membantu warga Sangatta Utara, tetapi juga menstabilkan tekanan air ke Sangatta Selatan.

Untuk desa-desa terpencil, Pemkab Kutim mendorong optimalisasi SPAMDes (Sistem Penyediaan Air Minum Desa). Melalui sinergi Perumdam, Dinas PUPR, serta pemerintah desa, akan dipetakan wilayah yang telah maupun belum terlayani. Bagi Ardiansyah, pembangunan tidak harus monumental; pipa air yang mengalir ke dapur-dapur ibu rumah tangga di Teluk Singkama justru menjadi simbol nyata hadirnya negara.(ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Pemkab Kutim Perkuat Dukungan untuk Fasilitas Pendidikan di Ponpes An-Nabawi