Kerja Sama dengan Pemkab Kutim, Imigrasi Bontang Layani Eazy Passport

21 November 2025
393 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuka pintu lebar bagi penguatan layanan publik di bidang keimigrasian. Hal ini terlihat dari audiensi Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bontang, Khairil Anwar, yang didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Keimigrasian Budiman, dengan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Kerja Bupati, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta.

Dalam pertemuan itu, Khairil Anwar menjelaskan bahwa Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bontang baru resmi berdiri sejak Januari 2025. Sebelumnya, urusan keimigrasian untuk wilayah Bontang, Kutai Timur, dan sekitarnya masih ditangani Kantor Imigrasi Samarinda melalui Unit Kerja Keimigrasian (UKK). Dengan adanya kantor baru, layanan diharapkan lebih dekat dan responsif.

BACA JUGA  TPID Kutim Gelar Sidak, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Stabil Jelang Iduladha

“Dengan terbentuknya kantor imigrasi di Bontang, akses layanan keimigrasian menjadi lebih mandiri dan mudah dijangkau masyarakat, termasuk warga Kutim,” ucap Khairil kepada awak media usai pertemuan.

Ia kemudian memaparkan program Eazy Passport, layanan jemput bola pembuatan paspor yang dilakukan secara kolektif di luar kantor imigrasi. Menggunakan mobil unit layanan keliling, program ini menyasar minimal 50 pemohon di satu titik pelayanan per hari, baik itu di perkantoran, perusahaan, maupun kawasan permukiman.

Menurut Khairil, Eazy Passport dihadirkan sebagai solusi bagi warga yang terkendala waktu dan jarak. “Masyarakat tidak perlu antre di kantor imigrasi. Petugas yang akan datang ke lokasi yang disepakati,” tambahnya.

BACA JUGA  Padi Mayas di Sekurau Atas, Benteng Ketahanan Pangan dari Adat Dayak Basap

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai program Eazy Passport sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Kutim yang mobilitasnya tinggi, baik untuk urusan umrah, haji, pendidikan, maupun pekerjaan di luar negeri.

“Harapan kami, pelayanan keimigrasian di Kutim semakin cepat, sederhana, dan menjangkau daerah pelosok seperti di pesisir dan kecamatan pedalaman,” kata Ardiansyah.

Audiensi ini diharapkan menjadi pintu masuk kerja sama teknis yang lebih konkret antara Pemkab Kutim dan Kantor Imigrasi Bontang, terutama dalam jadwal layanan keliling dan sosialisasi kepada masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)