Wiranusa 2025 Jadi Wadah Cetak Wirausaha Kreatif dan Tangguh di Kutim

13 November 2025
541 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memberi dukungan bagi pelaku UMKM agar semakin mandiri dan mampu bersaing. Hal ini disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam peluncuran Program Wirausaha Nusantara (Wiranusa) 2025. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan potensi daerah dengan bijak untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Acara tersebut juga dihadiri camat dari beberapa kecamatan serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim.

Sebagai tanda dimulainya program, panitia menyematkan pin kepada tiga peserta yang mewakili keberagaman pelaku usaha lokal, yaitu Widyawati sebagai peserta terjauh, Muhammad Ali sebagai peserta tertua, dan Novia Beyti Nur Aini sebagai peserta termuda. Mereka menjadi simbol semangat UMKM Kutim dalam membangun usaha kreatif dan mandiri.

BACA JUGA  Bupati Kutim Gelar Kunjungan Kerja ke Desa Mukti Jaya, Kecamatan Rantau Pulung

Dalam kesempatan yang sama, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Young Entrepreneur Academy (YEA) memperkenalkan rangkaian pembinaan Wiranusa 2025. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan usaha lokal melalui lima tahap seleksi dan pelatihan. Dari 102 pendaftar, hanya 50 peserta yang lolos seleksi administratif. Setelah itu, 30 peserta mengikuti Entrepreneur Camp selama tiga hari di Hotel Royal Victoria untuk menggali kreativitas dan ketahanan usaha.

Tahap berikutnya adalah mentoring virtual selama satu setengah bulan yang hanya diikuti oleh 20 peserta. Setelah itu, dipilih 10 peserta terbaik untuk mendapatkan dukungan rebranding produk. Pada tahap akhir, para finalis akan mempresentasikan bisnis mereka kepada tim kurator untuk memperoleh pendampingan lanjutan.

BACA JUGA  Kutim Luncurkan Road Map Pengendalian Inflasi 2025–2027

Superintendent Local Business Development KPC, Faizal, menyampaikan bahwa Wiranusa menjadi wadah penting untuk mencetak wirausaha yang siap bersaing secara nasional. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang dengan kurikulum praktis dan bimbingan langsung agar pelaku usaha lebih percaya diri dalam mengembangkan bisnis. Sementara itu, Nanang Supriyadi dari KPC menilai program ini sebagai upaya memperkuat UMKM lokal agar tumbuh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat (ADV/ProkopimKutim/UB)