SANGATTA – Penganugerahan Satyalancana Karya Satya tahun 2025 di Kutai Timur menjadi momen untuk menghargai perjalanan panjang para ASN. Setiap medali yang diberikan menggambarkan komitmen, disiplin, dan kerja sunyi yang mereka jalani dalam mendukung jalannya pemerintahan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari pengabdian. Menurutnya, tanda kehormatan tersebut harus dipahami sebagai tanggung jawab moral agar para ASN terus menjaga etos kerja dan dedikasi di masa mendatang. Ia mengajak seluruh pegawai untuk tetap mengutamakan integritas dan pelayanan yang adil serta transparan.
Ardiansyah menjelaskan visi “Kutim yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”. Ia menekankan pentingnya ketangguhan menghadapi perubahan, kemampuan mengelola potensi daerah, serta peningkatan mutu layanan publik. Ia berharap seluruh ASN dapat berkontribusi mewujudkan visi tersebut melalui kinerja yang konsisten.
Dalam kesempatan itu, ia menyebut ASN sebagai tulang punggung birokrasi yang menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Satyalancana Karya Satya dinilai sebagai pengingat agar pegawai tetap menjaga tanggung jawabnya.
Pada upacara penyematan di ruang pertemuan Pemkab Kutim, para penerima penghargaan menunjukkan rasa bangga. Total 200 ASN menerima Satyalancana atas masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Ardiansyah memberikan apresiasi kepada setiap kategori pengabdian, mulai dari ASN yang baru memasuki satu dekade hingga mereka yang sudah mengabdi selama tiga puluh tahun.
Dalam pidatonya, ia berharap para penerima dapat menjadi contoh bagi ASN lainnya dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kutai Timur. Ia menutup sambutan dengan ajakan untuk memperkuat kerja sama dan memberikan yang terbaik bagi pembangunan daerah. (ADV/ProkopimKutim/UB)
