SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya dalam pemerataan pembangunan dasar. Salah satu fokus yang ditekankan Bupati Ardiansyah Sulaiman adalah pemenuhan kebutuhan air bersih. Ia meminta Perumdam memperluas layanannya sampai ke seluruh desa, sekaligus mendorong pemanfaatan embung, kolam eks tambang, serta program PAMDES dan PAMSIMAS agar masyarakat bisa mendapatkan akses air yang layak.
Selain soal air bersih, Pemkab juga terus mempercepat elektrifikasi desa. Program ini sudah disiapkan melalui kerja sama dengan UP3K Bontang dan UP2K Kaltim. Hingga sekarang, cakupan listrik di Kutim disebut telah mencapai sekitar 82 persen, dan pemerintah menargetkan peningkatan yang lebih merata.
Kabar yang paling ditunggu warga adalah rencana pengaliran listrik ke 13 desa yang ditargetkan selesai tahun ini. Bupati memastikan program itu tetap berjalan meski anggaran daerah tertekan akibat pemotongan Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat. Menurutnya, Pemkab akan menahan belanja yang tidak mendesak serta mencari dukungan pembiayaan lain dari APBN maupun CSR.
Peresmian listrik di Desa Manubar menjadi langkah awal untuk melanjutkan program elektrifikasi berikutnya. Ardiansyah menegaskan bahwa seluruh program prioritas tetap dijalankan sesuai visi pembangunan Kutim. Pernyataan itu sebelumnya ia sampaikan dalam rapat Paripurna DPRD dan juga pada momentum HUT ke-26 Kutai Timur.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan Solar Cell Komunal dan pemanfaatan energi terbarukan di desa terpencil akan terus dilanjutkan. Tujuannya agar seluruh wilayah Kutim dapat terhubung dengan jaringan Sistem Mahakam, sehingga pasokan energi lebih stabil dan mendukung kegiatan ekonomi di pedesaan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Kutim berharap pemerataan listrik dan air bersih dapat memperbaiki kualitas hidup warga serta memperkuat pembangunan daerah secara menyeluruh. (ADV/ProkopimKutim/UB)
