Lewat Business Matching APKASI 2025, Kutim Buka Pintu Ekspor ke Pasar Eropa

19 November 2025
359 dilihat
1 min read

SANGATTA – Langkah ekspor komoditas unggulan Kutai Timur semakin diperkuat melalui kerja sama dengan jejaring internasional. Upaya ini sejalan dengan visi daerah yang ingin mendorong kemandirian ekonomi berbasis hasil pertanian lokal serta membangun akses pasar luar negeri yang berkelanjutan. Kutim kini berusaha menempatkan diri sebagai daerah yang mampu bersaing dalam perdagangan global, terutama untuk komoditas kakao dan nanas.

Capaian ini menjadi angin segar bagi petani dan pelaku UMKM lokal, karena pembukaan pasar internasional diyakini mampu meningkatkan pendapatan mereka. Dengan kualitas kakao dan nanas yang sudah terbukti, Kutim dinilai memiliki posisi yang kuat untuk memperluas peluang ekspor di tingkat global.

Kesempatan besar tersebut muncul setelah pertemuan business matching APKASI 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu. Lewat kegiatan itu, Kutim berhasil menarik minat pasar Eropa, termasuk Jerman, Prancis, serta Turki. Keterlibatan jaringan diaspora melalui ID SEED memberikan jalan baru bagi distribusi komoditas lokal.

BACA JUGA  DPPKB Kutim Tegaskan Pentingnya Validasi Data Keluarga Rentan untuk Percepatan Penanganan Stunting

Kepala Dinas Koperasi UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menjelaskan bahwa kerja sama ini adalah langkah maju untuk memperlebar pintu ekspor. Menurutnya, kakao dan nanas Kutim memiliki kualitas yang mampu bersaing dan bisa memberi nilai tambah bagi petani maupun UMKM.

Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka dengan Pipiltin Cocoa, perusahaan pengolahan cokelat dari Jakarta. Mereka tertarik dengan kakao fermentasi asal Kutim dan akan melanjutkan pembahasan untuk kolaborasi yang lebih konkret.

Kerja sama antara Dinas Koperasi UKM Kutim, GENRPO Kaltim, dan ID SEED menjadi fondasi penting dalam memperkuat branding dan jaringan pemasaran. Dengan dukungan berbagai pihak ini, Kutim semakin mantap menapaki jalan menuju perluasan ekspor dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.(ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Jaringan Listrik Terangi 13 Desa di Wilayah Terpencil Kutai Timur