SANGATTA – Penghargaan PPID Award Kutim tidak hanya diberikan kepada perangkat daerah, tetapi juga mencakup kategori Kecamatan terbaik dan desa partisan yang dianggap aktif dalam mendorong keterbukaan informasi. Acara ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi seluruh unsur pemerintahan untuk memperkuat budaya transparansi serta meningkatkan akuntabilitas publik.
Keberhasilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim bersama RSUD Kudungga Sangatta meraih nilai sempurna (100) turut menjadi acuan bagi perangkat daerah lain dalam mengelola layanan informasi. Prestasi tersebut menunjukkan upaya serius pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip good governance melalui pembangunan tata kelola informasi yang terbuka, mudah diakses, dan dipercaya masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menjelaskan bahwa PPID Award merupakan bentuk penghargaan terhadap perangkat kerja dan lembaga publik yang konsisten melaksanakan transparansi informasi. Melalui ajang ini, tiap PD didorong untuk memperkuat pengelolaan layanan informasi agar semakin akurat dan cepat.
Ronny juga menyampaikan bahwa kegiatan PPID Award yang telah memasuki tahun kedua ini diselenggarakan untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Dalam hasil penilaian tahun ini, Disdikbud Kutim dan RSUD Kudungga Sangatta keluar berhasil meraih skor sempurna, yaitu 100 poin. Prestasi tersebut membuat keduanya unggul atas 24 perangkat daerah lain yang ikut serta dalam penilaian PPID Award 2025 tingkat Kabupaten.
Di peringkat kedua, Disdukcapil Kutim mendapat nilai 93,64. Sementara itu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPHP) berada di peringkat ketiga setelah memperoleh skor 87,07. Capaian ini menggambarkan kinerja positif sejumlah PD dalam menerapkan keterbukaan informasi publik secara konsisten di lingkungan pemerintahan daerah.(ADV/ProkopimKutim/UB)
