YOGYAKARTA – Di tengah kebutuhan pengelolaan agraria yang semakin kompleks, Kutai Timur (Kutim) mulai memetik hasil dari program jangka panjangnya dalam mencetak tenaga profesional di bidang pertanahan. Dari Yogyakarta, kabar membanggakan datang ketika 13 taruna asal Kutim resmi diwisuda oleh Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta melalui program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral.
Momentum wisuda yang turut dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan tersebut menjadi penanda bahwa gagasan yang dirintis sepuluh tahun silam kini benar-benar berbuah. Salah satu lulusan, Durry Hanan dari Sangatta Utara, bahkan meraih predikat terbaik pada jalur kerja sama. Pencapaian ini merupakan sebuah prestasi yang makin membuktikan keberhasilan investasi SDM yang telah dibangun Pemkab Kutim.
Program tugas belajar dengan STPN sendiri telah dimulai sejak 2013, ketika Ardiansyah Sulaiman masih menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi Isran Noor. Bersama Rizali Hadi, kala itu Kepala Bagian Tata Pemerintahan, keduanya merumuskan kebutuhan untuk menghadirkan putra-putri daerah yang terampil dalam pengukuran dan pemetaan kadastral. Gagasan tersebut mulai terealisasi pada 2015 dan kini telah menghasilkan tiga angkatan lulusan.
Lulusan STPN memiliki posisi penting bagi Kabupaten Kutim dengan luas wilayah yang besar dan persoalan agraria yang berlapis. Kehadiran mereka diharapkan mampu menopang berbagai program prioritas seperti 1 KK 1 Sertifikat, Desa Presisi, serta penataan batas dan enklave kawasan hutan.
Plt Asisten Pemkesra Seskab Kutim, Trisno, menyatakan bahwa keberadaan para lulusan ini bukan semata pencapaian akademik, melainkan wujud komitmen Pemkab dalam membangun SDM teknis yang dibutuhkan daerah.
“Diharapkan para lulusan dapat mengabdi dan mendukung tata administrasi pertanahan, sekaligus menjadi bagian dari suksesi 50 program Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur,” ujarnya.
Dengan kembali hadirnya para lulusan muda ini, Kutim bukan hanya memperkuat kapasitas teknis, tetapi juga mewujudkan cita-cita membangun masa depan agraria berbasis kompetensi dan putra daerah. (ADV/ProkopimKutim/UB)
