SANGATTA —Pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) modern di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menata ruang kota dan kawasan permukiman. TPU ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman yang layak bagi seluruh warga tanpa membedakan agama maupun status sosial, tetapi juga menunjukkan Sangatta sebagai pusat pemerintahan adalah daerah yang tertib, modern, dan manusiawi.
Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman menegaskan, kehadiran TPU modern ini bukan sekadar fasilitas untuk pemakaman, melainkan simbol penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
TPU modern ini dibuat menjadi kompleks pemakaman terpadu pertama di Kutim dengan kapasitas antara 7.500 hingga 8.000 makam. Berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektare, kawasan tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu 5 hektare untuk umat Islam dan 2,5 hektare untuk non-Muslim. Proyek senilai sekitar 19 miliar ini meliputi pembebasan lahan, pematangan kawasan, serta pembangunan berbagai infrastruktur pendukung. Pada tahap awal, sekitar 70 persen dari area TPU direncanakan dapat beroperasi.
Berbeda dengan sistem pemakaman tradisional, TPU ini dirancang untuk dikelola secara profesional dan transparan, tanpa adanya pungutan retribusi. Seluruh proses pemakaman akan ditangani oleh pemerintah daerah melalui UPT Pertamanan dan Pemakaman. Setiap makam telah diatur luasnya sebesar 1,5 x 2 meter sesuai Peraturan Bupati, sehingga area pemakaman dapat tertata rapi.
Selain itu, kompleks TPU ini akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti musala berukuran 36 meter persegi, kantor pengelola seluas 72 meter persegi, toilet umum, rumah jaga, ruang pertemuan kecil, serta akses listrik dan air bersih yang kini tengah disiapkan. Dalam peninjauan lapangan, Bupati Ardiansyah turut didampingi sejumlah pejabat teknis dari Dinas Perkim, termasuk Kepala UPT Pertamanan dan Pemakaman, Sutrisno.
Dengan adanya TPU modern ini, Kutim tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga tumbuh dalam nilai-nilai moral dan kemanusiaan. (ADV/ProkopimKutim/UB)
