TELEN – Upaya membuka keterisolasian wilayah pedalaman di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tidak lagi hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Di bawah komando Camat Telen, Petrus Ivung, pemerintah kecamatan memilih jalur kolaboratif dengan melibatkan perusahaan swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan antardesa.
Petrus menegaskan, kondisi geografis Telen yang berjarak cukup jauh dari pusat kota dan tersebar di beberapa desa menuntut strategi pembangunan yang kreatif. Karena itu, ia tidak hanya menunggu program dari kabupaten, tetapi aktif menjalin komunikasi dengan pihak swasta yang beroperasi di kawasan tersebut. Tujuannya jelas: membuka akses, memperlancar mobilitas warga, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Salah satu program yang sudah berjalan adalah pembersihan sisi kiri dan kanan jalan poros utama Kecamatan Telen sepanjang kurang lebih 22 kilometer, hingga terhubung ke aspal jalan Trans Kalimantan. Pembersihan dilakukan pada badan jalan dan bahu jalan, termasuk semak belukar yang berpotensi mengganggu pandangan pengendara.
“Kegiatan ini untuk memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Dampaknya sudah mulai dirasakan warga, karena jalan lebih terang, lebih lebar, dan tidak lagi terkesan angker ketika malam hari,” ujar Petrus Ivung kepada awak media di sela kunjungan lapangan belum lama ini.
Selain memperbaiki keamanan dan kenyamanan berkendara, pembersihan kiri kanan jalan tersebut juga disiapkan untuk mengakomodasi program infrastruktur lainnya. Petrus menjelaskan, jika nantinya masuk program jaringan listrik atau pemasangan tiang listrik dari PLN, lahan di tepi jalan sudah bersih sehingga memudahkan proses pengerjaan. Sinar matahari juga lebih leluasa mengenai permukaan jalan sehingga badan jalan lebih cepat kering dan mengurangi risiko kerusakan.
Langkah ini menjadi pondasi penguatan konektivitas antardesa di Telen. Jalur poros tersebut merupakan akses utama menuju berbagai fasilitas layanan publik seperti sekolah, puskesmas, pasar rakyat, hingga pusat kegiatan ekonomi masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)
