SANGATTA – Upaya pemberdayaan perempuan di Kutai Timur (Kutim) mendapat dukungan kuat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kaltim. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Layanan bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKA) bertema Memberdayakan Perempuan Kepala Keluarga untuk Menjadi Agen Perubahan.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas, wawasan, dan kemandirian perempuan kepala keluarga (PEKKA) dalam mengakses layanan sosial, ekonomi, serta perlindungan, demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat peran mereka dalam pembangunan daerah.
Acara dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kutim, Poniso Suryo Renggono, yang menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan sebagai bagian dari pembangunan inklusif dan berkeadilan gender. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki hak setara dalam perlindungan dan pengambilan keputusan publik, serta mengapresiasi semangat peserta untuk terus berorganisasi, berusaha mandiri, dan saling menguatkan.
Ketua Panitia Fahmi Rojano dalam laporannya menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kaltim. Meski ekonomi provinsi tinggi secara nasional, kesetaraan peran laki-laki dan perempuan masih perlu diperkuat. Program PEKA, yang didanai APBD Kaltim, menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat posisi perempuan dalam sektor sosial, ekonomi, dan politik. Fahmi menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat sipil dalam mencapai tujuan tersebut.
Kegiatan ini merujuk pada Inpres No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender serta Permendagri No. 67 Tahun 2011. Sebanyak 100 peserta hadir, termasuk 40 perwakilan organisasi perempuan seperti GOW, Aisyiyah, KPPI, Muslimat NU, Salimah NU, WKRI, Dharma Wanita, TP PKK, IWAPI, dan PERLITA. Dua narasumber, Windi Farmawati (Pendamping PEKKA Samarinda) dan Maghdalena (Yayasan PEKKA Jakarta), berbagi pengalaman pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.
Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang mencerminkan antusiasme peserta untuk terus berdaya dan berjejaring. Program PEKA di Kutim menjadi momentum penting untuk menguatkan posisi perempuan sebagai penggerak keluarga dan masyarakat(ADV/ProkopimKutim/UB)
