Terjun ke Desa, Mahasiswa STIPER Kutim Siap Wujudkan Pengabdian bagi Masyarakat

12 November 2025
423 dilihat
1 min read

SANGATTA – Desa-desa di Kecamatan Karangan dan Kaliorang menjadi tempat dimana  para mahasiswa STIPER Kutai Timur menjalani hari-hari pengabdian. Mereka akan tinggal bersama warga, ikut berdiskusi, dan melaksanakan berbagai program pertanian, lingkungan, hingga pemberdayaan UMKM. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk terjun langsung ke lapangan dan memahami berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Sebelum berangkat, seluruh peserta mengikuti pembekalan tiga hari di kampus STIPER di Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta. Dalam masa pembekalan itu, mereka belajar menyusun program kerja, mengenal pendekatan partisipatif, dan memahami etika saat berinteraksi di komunitas desa.

Pelepasan mahasiswa digelar dalam suasana resmi dan ditandai penyematan jaket almamater oleh Asisten Pemkesra Poniso Suryo Renggono yang mewakili Bupati Kutim. Dalam sambutannya, Poniso mengingatkan bahwa karakter dan integritas sangat penting dalam pengabdian. Ia mendorong mahasiswa untuk menjaga sikap positif agar bisa menjadi calon pemimpin yang bertanggung jawab.

BACA JUGA  Pengawasan e-Kinerja ASN Kutim Diperketat, Bupati Minta Kedisiplinan Penuh

Ketua STIPER Kutim Ismail Fahmi Almadi berharap mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka di desa harus membawa manfaat bagi masyarakat dan menciptakan hubungan yang baik dengan warga.

Program KKN ini akan berlangsung dari 29 Juli sampai 10 September 2025 dengan total peserta sebanyak 58 mahasiswa. Selama 45 hari, mereka akan menjalankan berbagai kegiatan seperti pelatihan pertanian berkelanjutan, edukasi lingkungan, penguatan desa, serta pendampingan usaha masyarakat.

Pemkab Kutim memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Pemerintah menilai kolaborasi antara kampus dan daerah sangat penting untuk menghasilkan solusi bagi tantangan lokal, khususnya di sektor pertanian.

KKN tahun ini menjadi jembatan antara ilmu kampus dan realitas lapangan. Di balik tugas akademik, para mahasiswa membawa harapan agar kontribusi kecil mereka dapat membantu pembangunan daerah. Poniso menutup acara dengan pesan agar pengabdian ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta.(ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Wabup Kutim Dorong Pemerintahan Desa Lebih Transparan dan Berintegritas