SKK Migas Pastikan Lifting Migas Akhir Tahun Berjalan Lancar

SKK Migas menetapkan target lifting migas sebesar 1.610 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2025. Angka ini mencakup 605 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 1.005 ribu BOEPD
4 Januari 2025
300 dilihat
1 min read
Pemantauan intensif dilakukan langsung oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, bersama jajaran manajemen di Integrated Operation Center (IOC) pada 31 Desember 2024 lalu di Jakarta. Foto: IST

JAKARTA – Di pengujung 2024, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menutup operasionalnya dengan optimis. Pemantauan intensif dilakukan langsung oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, bersama jajaran manajemen di Integrated Operation Center (IOC) pada 31 Desember 2024 lalu. Langkah ini bertujuan memastikan lifting migas berjalan optimal dan menjadi pijakan bagi target ambisius pada 2025.

“Kami mengapresiasi dedikasi para pekerja yang tetap semangat meski di tengah libur akhir tahun,” ujar Djoko, dikutip dari media nasional.

Ia juga menekankan tiga prioritas utama dalam operasi ini, yaitu keselamatan kerja, keandalan fasilitas, dan optimalisasi lifting. Menurutnya, pencapaian target akhir tahun menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan tahun berikutnya.

Untuk memastikan keberhasilan, SKK Migas mengerahkan tim pengawas ke 18 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan meminimalkan hambatan dan mendukung target lifting yang telah ditetapkan. Selain itu, kesiapan fasilitas operasi, pengelolaan stok di terminal migas, serta pengawasan kapal dan pipa terus dipantau secara intensif.

BACA JUGA  DSNG Raup Untung Rp 8,4 Triliun dari Segmen Bisnis Sawit

Unplanned shutdown harus dihindari. Kami berkomitmen menjalankan skenario lifting terbaik agar gap antara target dan realisasi semakin kecil,” beber Djoko.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto (jaket biru), bersama jajaran manajemen di Integrated Operation Center (IOC) pada 31 Desember 2024 lalu

SKK Migas menetapkan target lifting migas sebesar 1.610 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2025. Angka ini mencakup 605 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 1.005 ribu BOEPD, sebagaimana tercantum dalam APBN. Untuk mencapainya, lanjut Djoko, sejumlah program strategis telah dirancang, termasuk pengeboran masif, stimulasi sumur, reaktivasi lapangan idle, dan penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) serta improved oil recovery (IOR).

“Target ini bukan sekadar rencana. Ini adalah kontrak komitmen dari para pemegang kontraktor migas (KKKS) yang harus dipertanggungjawabkan. Reward and punishment akan diterapkan untuk memastikan setiap pihak memenuhi kewajibannya,” tegas Djoko.

BACA JUGA  Evans Grup Akuisisi Perkebunan Sawit Palma Serasih Senilai Rp 1 Triliun

Dengan mengusung tema “Industri Hulu Migas, Pilar Ketahanan Energi Nasional”, SKK Migas menegaskan peran strategisnya dalam menjaga pasokan energi yang berkelanjutan. Menurut Djoko, industri hulu migas bukan hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga elemen penting dalam visi kemandirian energi Indonesia.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menyoroti peran strategis sektor ini. Ini adalah bentuk pengabdian kepada bangsa, sekaligus rasa syukur atas rahmat Tuhan yang memberikan karunia energi kepada Indonesia,” tutup Djoko.

Dengan pijakan kuat dari capaian akhir tahun 2024, SKK Migas optimistis mampu mewujudkan target ambisius tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama di sektor energi global. (*/fu)

Jangan Lewatkan