Setoran Negara Turun Gegara Harga Komoditas dan Batubara

17 Agustus 2024
212 dilihat
1 min read
Sri Mulyani. Foto: Antara Foto)

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja APBN hingga kuartal II 2024 tetap terjaga dengan defisit yang terkendali di tengah gejolak ekonomi global.

Lanjutnya, pendapatan negara tercatat turun 6,2% secara tahunan (yoy) sedangkan belanja negara naik 11,3% yoy.

“Dengan kinerja tesebut, APBN mencatatkan defisit Rp 77,3 triliun atau 0,34% dari PDB. Hal ini tetap terkendali dengan keseimbangan primer (karena) masih surplus sebesar Rp 162,7 triliun,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2024.

Meski demikian, Sri Mulyani yakin kinerja APBN diperkirakan tetap terjaga sampai akhir tahun ini. Hal itu akan menjadi fondasi kuat untuk mendukung transisi yang solid pada 2025.

Sementara itu, realisasi pendapatan negara mencapai Rp 1.320,7 triliun atau 47,1% dari target APBN 2024 yang terkontraksi 6,2% yoy.

BACA JUGA  Begini Skema Hilirisasi Batu Bara setelah Air Products Hengkang

Mantan direktur pelaksana di World Bank mengatakan realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.028,0 triliun atau terkontraksi 7,0% yoy.

“Hal ini dipengaruhi oleh penurunan penerimaan pajak serta kepabeanan cukai karena moderasi harga komoditas, peningkatan restitusi, serta terjadinya downtrading ke golongan rokok dengan tarif cukai hasil tembakau yang lebih rendah,” ujar Sri Mulyani.

Di sisi lain, realisasi PNBP mencapai Rp 288,4 triliun yang juga terkontraksi 4,5% yoy. Capaian penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan lifting migas serta moderasi harga mineral dan batubara. Belanja Negara Capai Rp 1.398 Triliun.

Sementara itu, realisasi Belanja Negara mencapai Rp 1.398,0 triliun atau tumbuh 11,3% secara yoy. “Ini terutama dipengaruhi upaya untuk terus menopang berbagai agenda pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  SKK Migas Pastikan Lifting Migas Akhir Tahun Berjalan Lancar

Realisasi belanja negara meliputi realisasi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp 997,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 11,9% secara yoy. Lalu realisasi transfer ke daerah yang mencapai Rp 400,1 triliun atau tumbuh 9,9%.

Sri Mulyani menyebut, peningkatan realisasi belanja negara terutama untuk pelaksanaan berbagai program yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat seperti program kartu sembako, PKH, PIP, bantuan alat dan mesin pertanian, subsidi energi, dan stabilisasi harga pangan.

Selain itu, belanja negara juga dimanfaatkan untuk dukungan kegiatan Pemilu 2024, pembayaran gaji dan tunjangan ASN/TNI/Polri termasuk THR, gaji 13, dan kenaikan gaji serta dukungan untuk proyek strategis nasional (PSN). (*/che)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.