Sangatta — Bersama enam anak perusahaan, PT Ithaca Resources melaksanakan konsultasi publik rancangan dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) pada tanggal 24-25 Juni 2026 di Kantor Bupati Kutai Timur. Kegiatan ini sekaligus sosialisasi hasil pemetaan sosial, serta konsultasi rancangan program pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasi PT Ithaca Resources.
Kegiatan itu merupakan wujud komitmen perusahaan menerapkan praktik pertambangan yang baik, sekaligus pemenuhan amanat Kepmen ESDM RI No. 1824/2018 sebelum dokumen disampaikan ke Kementerian ESDM.
“Kegiatan konsultasi publik ini merupakan tahapan pemenuhan regulasi dalam penyampaian RIPPM kepada Kementerian ESDM, yang dilakukan melalui kolaborasi aktif dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur, sekaligus untuk mendapatkan masukan dan arahan guna sinkronisasi pelaksanaan program di wilayah operasional perusahaan,” ujar Dian Octavia, Head of Corporate Social Sustainability PT Ithaca Resources.
Mewakili manajemen PT Ithaca Resources, Dian mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh kepala desa dan camat. Dalam pelaksanaan social mapping di wilayah enam IUP, serta kehadiran mereka dalam acara konsultasi publik pada hari ini.
Kemudian Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi PT Ithaca Resources, yang berinisiatif melakukan konsultasi publik berdasarkan arahan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Ini patut dicontoh oleh perusahaan tambang lainnya dan hal ini merupakan kemitraan perusahaan dengan pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Diskusi panel ketika itu menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Bappeda Kutai Timur, Dinas ESDM Kaltim, dan Tim Social Investment Indonesia sebagai mitra ahli. Kesepakatan bersama pun dikukuhkan melalui penandatanganan berita acara konsultasi publik. Hasil rumusan strategis akan diintegrasikan ke dokumen akhir RIPPM untuk mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia di wilayah operasional.
Penulis: M. Ayyub
Editor: Redaksi
