Damkarmat Kutim Dorong Keluarga Lebih Siap Hadapi Risiko Kebakaran di Rumah

5 Agustus 2026
348 dilihat
1 min read

SANGATTA – Lingkungan rumah menjadi salah satu titik penting dalam upaya mencegah kebakaran, terutama berkaitan dengan penggunaan tabung gas. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan edukasi keselamatan kepada para orang tua agar memiliki pengetahuan dasar ketika menghadapi keadaan darurat.

Edukasi tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan outing class TK Negeri Pembina di Kantor Damkarmat Kutim. Para wali murid mendapat simulasi langsung mengenai penanganan awal kebocoran maupun kebakaran tabung gas agar memahami tindakan awal sebelum api berkembang dan bantuan petugas tiba.

Kepala Damkarmat Kutim Failu mengatakan keluarga merupakan lapisan pertama dalam pencegahan kebakaran. Staf Bidang Pencegahan Damkarmat Kutim Rusdi menjelaskan bahwa kepanikan dapat memperburuk situasi. Dalam kondisi yang memungkinkan, regulator tabung gas perlu dilepas dan tabung dipindahkan ke area terbuka dengan sirkulasi udara baik.

BACA JUGA  Relawan SPPG Kutim Kini Diperkuat Perlindungan Jaminan Kesehatan

Petugas juga menunjukkan cara sederhana memadamkan api dengan kain atau handuk basah. Penutupan titik api bertujuan menghambat pasokan oksigen. Namun, jika tabung sudah terasa panas, warga diminta tidak memindahkannya karena tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko lebih besar.

Rusdi juga mengingatkan pentingnya membuka ventilasi ketika terjadi kebocoran agar gas tidak terakumulasi di ruangan. Jika api semakin sulit dikendalikan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan pemadam kebakaran dan tidak memaksakan penanganan sendiri.

Bunda PAUD Siti Robiah mengapresiasi pola edukasi yang melibatkan orangtua dan anak sekaligus. Menurutnya, kegiatan outing class dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika disertai pengetahuan praktis mengenai keselamatan rumah tangga.

BACA JUGA  Kutim Mengejar Swasembada di Tengah Kesenjangan Produksi Beras

Melalui pembekalan tersebut, Damkarmat berharap kemampuan keluarga menghadapi risiko kebakaran semakin baik. Kesadaran yang tumbuh dari rumah diharapkan menjadi bagian dari budaya keselamatan masyarakat Kutim sehingga potensi korban dan kerugian akibat kebakaran dapat ditekan sejak tahap awal. (ADV/ProkopimKutim/UB)