Sangkulirang-Mangkalihat Diuji Menuju Geopark Nasional, Kutim Bidik Pembangunan Berkelanjutan

19 Agustus 2026
395 dilihat
1 min read

SANGATTA – Kekayaan geologi dan budaya Kutai Timur (Kutim) menyimpan peluang untuk dikembangkan bukan hanya sebagai aset konservasi, tetapi juga sumber penggerak ekonomi masyarakat. Tantangannya, pemanfaatan kawasan tersebut perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Dalam konteks itu, pengembangan geopark dinilai dapat menjadi salah satu model pembangunan berkelanjutan di daerah.

Kawasan Sangkulirang-Mangkalihat memiliki keunikan geologi yang menjadi modal penting bagi pengembangan geowisata, pendidikan, sekaligus pelestarian budaya. Jika memperoleh status Geopark Nasional, kawasan tersebut berpeluang memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan alam Kutim.

Ketua Tim Verifikasi Geopark, Prof Mega Fatimah Rosana, mengatakan penetapan Geopark Nasional seharusnya dipandang sebagai awal dari upaya menjaga alam dan budaya secara berkelanjutan. Menurutnya, kawasan geopark juga dapat menjadi ruang edukasi agar generasi muda semakin mengenal serta menghargai kekayaan daerahnya.

BACA JUGA  Menyusuri Ruang Publik, Perpustakaan Keliling Perluas Akses Bacaan di Kutim

Peluang itu kini memasuki tahap penentuan. Tim Verifikasi Geopark Nasional dari Kementerian ESDM mulai melakukan penilaian lapangan terhadap usulan Sangkulirang-Mangkalihat. Selama lima hari, tim akan mendatangi sejumlah lokasi unggulan untuk mencocokkan dokumen yang diajukan dengan kondisi faktual di lapangan.

Upaya tersebut merupakan kelanjutan dari persiapan Pemkab Kutim yang telah berlangsung cukup lama. Hasil verifikasi nantinya disampaikan kepada Kementerian ESDM dan menjadi bahan dalam rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga sebelum keputusan status nasional ditetapkan.

Pengembangan geopark sendiri sejalan dengan Perpres Nomor 9 Tahun 2019 serta Rencana Aksi Nasional Pengembangan Geopark 2025-2029. Mega berharap geopark dapat terintegrasi dengan arah pembangunan jangka panjang Kutim, terutama melalui geotourism.

BACA JUGA  Perkuat Pendampingan, DPPKB Kutim Sasar Keluarga Berisiko Stunting di Sangkulirang

Apabila ditetapkan, Sangkulirang-Mangkalihat akan menjadi geopark nasional kedua di Kalimantan dan berpotensi menginspirasi daerah lain, termasuk Kalimantan Utara. Lebih jauh, status tersebut diharapkan menjadi pijakan menuju pengakuan UNESCO.

Pada akhirnya, geopark diharapkan membantu Kutim menemukan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam, konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. (ADV/ProkopimKutim/UB)