Pariwisata Kutim Didorong Jadi Penggerak Ekonomi, Digital Branding Jadi Strategi Utama

15 Agustus 2026
346 dilihat
1 min read

SANGATTA —Potensi pariwisata Kutai Timur (Kutim) terus didorong agar mampu memberi dampak lebih besar terhadap perekonomian dan ekonomi kreatif daerah. Dinas Pariwisata Kutim menyiapkan sejumlah strategi untuk memperluas daya tarik destinasi, memperkuat promosi, sekaligus meningkatkan kesiapan kawasan wisata.

Salah satu langkah yang akan menjadi perhatian ialah digital branding. Promosi destinasi akan diperluas melalui kerja sama dengan berbagai media agar informasi mengenai potensi wisata Kutim menjangkau audiens yang lebih luas. Komunikasi dengan pihak Bandara Samarinda juga disiapkan untuk memanfaatkan videotron sebagai ruang promosi, termasuk mengenalkan Karst Mangkalihat atau Geopark Kutim.

Penguatan promosi tersebut akan dibarengi dengan pembenahan kualitas destinasi. Sanitasi dan ketersediaan air bersih menjadi fasilitas dasar yang perlu dipastikan untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Peningkatan kapasitas SDM serta pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga masuk dalam agenda pengembangan.

BACA JUGA  PGRI Kutim Rancang Program Kreativitas dan Kompetensi Guru

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi, juga mendorong kolaborasi lintas sektor. Dinas Koperasi dan UMKM akan dilibatkan untuk memperkuat keterkaitan pariwisata dengan ekonomi masyarakat, sedangkan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup mendukung pembenahan akses jalan serta kebersihan kawasan wisata.

Keterbatasan anggaran akan disiasati dengan menggandeng sektor swasta melalui optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di Kutim.

Di sisi budaya, festival Lom Plai dan Festival Pantai Sekerat tetap dipertahankan dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan. Sementara di internal Dispar, penguatan tata kelola, konsolidasi kelembagaan, dan pemetaan destinasi prioritas akan dilakukan sebagai fondasi kerja.

Memasuki 100 hari kerja, evaluasi bersama seluruh kepala bidang akan menjadi salah satu instrumen pemantauan. Langkah tersebut diarahkan untuk mewujudkan pariwisata Kutim yang semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional, sekaligus mendorong masyarakat mencintai daerahnya dengan berwisata di wilayah sendiri. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Bupati Kutim Tantang Mahasiswa Temukan Potensi Desa