SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan memperluas upaya pencegahan narkoba dan HIV/AIDS dengan menyasar langsung lingkungan sekolah. Sosialisasi akan diarahkan terutama kepada siswa jenjang SMA sebagai langkah membangun kesadaran sejak dini mengenai risiko kesehatan dan sosial yang dapat memengaruhi masa depan generasi muda.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan pemerintah daerah telah membahas rencana tersebut melalui rapat koordinasi. Menurut dia, edukasi di sekolah diperlukan agar pelajar memahami dampak penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, serta perilaku pergaulan yang berisiko.
Mahyunadi menilai peran sekolah sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik atau menyediakan sarana belajar, tetapi juga harus mencakup perlindungan terhadap kesehatan fisik dan mental siswa.
Karena itu, upaya pencegahan dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, sekolah, guru, dan orang tua perlu menjalankan pengawasan serta memberikan pemahaman yang sejalan kepada anak-anak.
Mahyunadi juga mengaitkan upaya tersebut dengan pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun. Semakin panjang masa pendidikan, menurut dia, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan peserta didik berada dalam lingkungan pergaulan yang aman dan mendukung perkembangan mereka.
Ia mendorong tenaga pendidik ikut aktif menyampaikan pesan mengenai bahaya narkoba dan pentingnya pola hidup sehat. Edukasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari keseharian sekolah, bukan hanya dilakukan ketika muncul persoalan.
Langkah turun langsung ke sekolah menjadi bagian dari strategi Pemkab Kutim memperkuat pencegahan sejak dini. Dengan membangun pemahaman siswa sekaligus memperkuat pengawasan lingkungan pendidikan, pemerintah berharap ancaman narkoba dan HIV/AIDS dapat ditekan.
Pada akhirnya, perlindungan terhadap pelajar dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang daerah. Generasi yang tumbuh sehat dan memiliki karakter kuat diharapkan mampu mengikuti proses pendidikan secara optimal dan menjadi sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi masa depan. (ADV/ProkopimKutim/UB)
