53 Mahasiswa STIPER Kutim Diterjunkan ke Kaubun untuk Pengabdian di Desa

29 Juli 2026
444 dilihat
1 min read

SANGATTA – Sebanyak 53 mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur Angkatan XXII mulai meninggalkan ruang kuliah untuk menjalani pengabdian masyarakat di Kecamatan Kaubun. Mereka dilepas Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan akan berada di enam desa selama 45 hari untuk menerapkan pengetahuan akademik sekaligus membantu masyarakat mengembangkan potensi wilayah.

Dalam pelepasan tersebut, Ardiansyah mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekadar sebagai kewajiban akademik. Menurutnya, masa pengabdian merupakan kesempatan untuk menguji pengetahuan yang diperoleh di kampus melalui persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Ia meminta peserta membangun komunikasi dengan warga dan pemerintah desa, sekaligus menghormati budaya setempat. Sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi yang berfokus pada sektor pertanian, mereka diharapkan dapat membantu memetakan potensi desa dan menemukan alternatif penyelesaian persoalan di bidang agraria serta ekonomi masyarakat.

BACA JUGA  Wujudkan Pemerataan Pendidikan, Kutim Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat

Ketua STIPER Kutim Ismail Fahmy Almadi mengatakan seluruh peserta telah menjalani pembekalan sebelum diterjunkan. Mereka akan ditempatkan di Desa Bukit Permata, Bumi Rapak, Cipta Graha, Kadungan Jaya, Mata Air, dan Pengadan Baru.

Program KKN, kata Ismail, diarahkan agar selaras dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutim. Mahasiswa juga diminta memberi perhatian pada penguatan pertanian lokal, pendampingan petani, dan regenerasi sumber daya manusia di sektor agraris.

Menurutnya, Kaubun memiliki potensi pertanian yang cukup besar sehingga keberadaan mahasiswa diharapkan membawa gagasan baru, teknologi tepat guna, serta pendekatan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting agar pengabdian mahasiswa memberi manfaat yang lebih nyata bagi desa.

BACA JUGA  Bupati Kutim Tantang Mahasiswa Temukan Potensi Desa

Melalui KKN tersebut, Pemkab Kutim berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pembangunan desa. (ADV/ProkopimKutim/UB)