Kak Seto Hadiri Puncak Peringatan HAN Kutim di Tengah Kondisi yang Belum Pulih

25 Juli 2026
413 dilihat
1 min read

SANGATTA – Kehadiran Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu momen yang menyita perhatian peserta. Meski kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih dan sempat mendapat perawatan medis sebelum berangkat, Kak Seto tetap hadir sebagai narasumber dalam talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah”, Sabtu, 25 Juli 2026.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan penghargaan atas komitmen tersebut. Menurut dia, keputusan Kak Seto tetap datang menunjukkan besarnya perhatian terhadap persoalan anak, sekaligus menjadi teladan bagi pemerintah, orangtua, dan pendidik dalam menjalankan tanggung jawab perlindungan anak.

Dalam talkshow ini, Kak Seto bersama Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak, Baharuddin, membahas pentingnya kesehatan mental dan kebahagiaan anak. Pembahasan diarahkan pada kebutuhan menciptakan lingkungan rumah dan sekolah yang aman, nyaman, serta memungkinkan anak berkembang sesuai tahap usianya.

BACA JUGA  Di Tengah Tekanan Ekonomi, Pedagang Pasar Sangatta Perkuat Barisan

Kak Seto menilai pendekatan pendidikan yang mengandalkan ancaman atau kekerasan tidak sesuai dengan kebutuhan anak. Menurutnya, anak perlu didengar, diberi ruang berekspresi, dan mendapatkan suasana belajar yang menyenangkan agar sekolah maupun rumah menjadi tempat yang mereka rasa aman.

Ia juga mengapresiasi sejumlah kebijakan Pemkab Kutim, termasuk program Wajib Belajar 13 Tahun, bantuan perlengkapan sekolah, dan rencana pengembangan ruang terbuka hijau yang ramah anak di setiap kecamatan.

Bagi Ardiansyah, kedatangan Kak Seto bukan sekadar memenuhi agenda peringatan HAN. Kondisi tersebut justru memperlihatkan konsistensi tokoh perlindungan anak itu dalam mendampingi isu anak di berbagai daerah.

Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim bersama LPAI Kutim itu membawa pesan bahwa perlindungan anak memerlukan komitmen berkelanjutan. Dedikasi Kak Seto di tengah kondisi fisik yang terbatas dinilai menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak, rasa aman, dan kebahagiaan anak membutuhkan perhatian dari seluruh pihak. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  IBI Kutim Perluas Layanan Kesehatan Perempuan hingga Pelosok Kecamatan

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.