Hadapi Musim Hujan, Kutim Perkuat Rencana Kontingensi Banjir 2025

15 November 2025
458 dilihat
1 min read

SANGATTA – Sebelum memasuki masa curah hujan tinggi, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana dengan menyusun skenario penanggulangan banjir yang lebih terarah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim di GSG Bukit Pelangi sebagai rangkaian acara penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir 2025.

Kegiatan ini menghadirkan kerja sama lintas lembaga, termasuk pembentukan posko siaga serta penyamaan persepsi antar instansi agar penanganan darurat dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi. Kepala Pelaksana BPBD Kutim, Sulastin, menjelaskan bahwa banjir adalah ancaman yang paling sering terjadi di Kutim, sehingga persiapan sistem respons yang kuat menjadi kebutuhan mendesak.

BACA JUGA  Pemetaan Jalan Strategis: Fondasi Perencanaan untuk Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Kutai Timur

“Potensi banjir yang tinggi mendasari pentingnya kegiatan ini. Tujuannya menyusun skenario penanggulangan banjir yang terstruktur dan terkoordinasi,” ujarnya.

Sambutan Bupati Kutim yang dibacakan oleh Plt Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra, Trisno, juga mengingatkan bahwa Kutim memiliki empat Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga risiko banjir menjadi sangat tinggi. Ia menyinggung pengalaman banjir besar 2022 yang sempat terkendala koordinasi dan peralatan.

“Persiapan adalah kunci dalam penanganan bencana,” tegasnya. Trisno menambahkan bahwa prediksi banjir dapat dilakukan 24-48 jam sebelumnya apabila wilayah dilengkapi perangkat pemantau seperti alat pengukur ketinggian air. Ia juga mencontohkan pemanfaatan aplikasi ArcGIS yang pernah digunakannya untuk mitigasi banjir.

Di kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim yang diwakili Ivan Ramdhany menekankan bahwa penanganan bencana harus berjalan dengan sistematis. “Sosialisasi ini memastikan seluruh pihak tanggap dan sigap,” ujarnya.

BACA JUGA  Dua Ratus Warga Muara Bengkal Jalani Deteksi Dini TBC dengan Radiografi Toraks Mobile

Rangkaian kegiatan terdiri atas sosialisasi dokumen, gladi ruang (table top exercise), dan gladi posko (command post exercise). Dua latihan terakhir menjadi penting dan bertujuan untuk menguji kesiapan teknis serta koordinasi lapangan ketika banjir terjadi.

Dengan tersusunnya Dokumen Kontingensi Banjir 2025, pemerintah berharap skenario penanggulangan menjadi lebih matang dan seluruh unsur masyarakat termasuk pemerintah, relawan, hingga warga siap menghadapi potensi banjir di tahun-tahun mendatang. (ADV/ProkopimKutim/UB)