BLK Kutim Didorong Cetak ‘Lulusan Siap Tempur’, Anggota DPRD: Harus Sesuai Kebutuhan Pasar!

21 November 2025
450 dilihat
1 min read

SANGATTA – Peningkatan kualitas dan relevansi program Balai Latihan Kerja (BLK) di Kutai Timur (Kutim) menjadi perhatian serius anggota dewan setempat. Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur dari Komisi D, Shabaruddin, menekankan pentingnya transformasi lembaga pelatihan ini sebagai upaya strategis untuk menekan angka pengangguran dan menyiapkan tenaga kerja yang kompetitif serta mampu memenuhi tuntutan zaman.

Shabaruddin mengungkapkan bahwa BLK memegang peran kunci dan strategis dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar siap bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di kancah regional maupun nasional. Ia menegaskan bahwa peningkatan ini harus bersifat komprehensif, menyentuh aspek infrastruktur, kecukupan dan kemutakhiran peralatan praktik, serta yang terpenting adalah kesesuaian dan keberlanjutan kurikulum pelatihannya dengan dinamika industri.

“Selama ini, saya secara konsisten mengalokasikan dana aspirasi untuk mendukung operasional dan pengembangan program pelatihan di BLK,” ujar Shabaruddin.

BACA JUGA  Pemerintah Tak Hadir saat Rapat Pembahasan APBD 2025, Fraksi NasDem Kutai Timur Nilai Begini

Komitmen pribadi anggota dewan ini menunjukkan keseriusan dalam membenahi BLK dari hulu. Dana aspirasi yang dialokasikan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi stimulus untuk perbaikan fasilitas dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan.

Lebih lanjut, politikus tersebut menjelaskan bahwa Komisi D, yang membidangi pendidikan dan ketenagakerjaan, secara aktif dan proaktif mendorong Dinas Tenaga Kerja setempat untuk selalu menyesuaikan jenis pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja yang nyata dan terus berkembang.

Sinergi yang erat dengan dunia industri, perusahaan, dan asosiasi usaha juga terus dijalin dan diperkuat. Kemitraan strategis ini bertujuan untuk memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan sesuai dengan standar industri dan para lulusan BLK dapat diserap dengan cepat oleh dunia kerja.

BACA JUGA  Sosialisasikan Ranperda Keolahragaan, Prayunita Serukan Kolaborasi untuk Pembinaan Atlet

“Kami terus mendorong agar BLK tidak hanya mencetak tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga yang mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui kewirausahaan,” tambahnya.

Pernyataan ini memperluas visi pengembangan BLK dari sekadar pencetak pekerja menjadi pencetak wirausaha. Dorongan untuk menyisipkan jiwa kewirausahaan dalam setiap pelatihan diharapkan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang usaha sendiri.

Di akhir wawancara, Shabaruddin menyampaikan komitmennya yang kuat untuk terus memperjuangkan anggaran yang memadai dan kebijakan yang mendukung pengembangan BLK di masa mendatang. Ia meyakini bahwa dengan BLK yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar serta kewirausahaan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur dapat terdongkrak secara signifikan. (ADV)

Jangan Lewatkan